wisata

Banyu Kuning, Pesona Wisata Alam Tersembunyi di Hutan Gondang Bojonegoro

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Wisata Banyu Kuning yang sering dikunjungi banyak wisatawan untuk menikmati wisata alam, bersantai, relaksasi, hingga wisata edukasi lingkungan (Gmap/Syarfa Monita)
Wisata Banyu Kuning yang sering dikunjungi banyak wisatawan untuk menikmati wisata alam, bersantai, relaksasi, hingga wisata edukasi lingkungan (Gmap/Syarfa Monita)

Bojonegoro — Wisata alam Banyu Kuning yang berlokasi di HR36+Q6H, kawasan Hutan Krondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62172, menawarkan keindahan alam yang masih asri dan alami.

Destinasi ini dikenal dengan sumber airnya yang berwarna kekuningan serta suasana hutan yang sejuk, sehingga menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan alam.

Dikelilingi pepohonan rimbun, Banyu Kuning menyuguhkan nuansa alami yang menenangkan. Suara alam, udara segar, dan pemandangan hutan membuat pengunjung merasa lebih dekat dengan alam.

Tak jarang, wisatawan memanfaatkan lokasi ini untuk beristirahat sejenak, menikmati panorama, hingga mengabadikan momen dengan latar alam yang eksotis.

Untuk berkunjung ke Banyu Kuning, pengelola menetapkan tiket masuk yang relatif terjangkau, biasanya sekitar Rp5.000-Rp10.000 per orang.

Sementara itu, biaya parkir berkisar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Dengan biaya yang ramah di kantong, wisata ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Wisata Banyu Kuning buka setiap hari, dengan jam operasional mulai pagi hingga sore hari, sekitar pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari, saat cuaca tidak terlalu panas dan suasana hutan terasa lebih sejuk.

Tujuan wisatawan datang ke Banyu Kuning umumnya untuk menikmati wisata alam, bersantai, relaksasi, hingga wisata edukasi lingkungan. Selain itu, tempat ini juga cocok bagi pencinta alam dan fotografi yang ingin mengeksplorasi keindahan hutan Gondang.

Keberadaan Banyu Kuning diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata alam yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.(yov/red)

"Artikel ini ditulis oleh Muhammad Yova Athobarani (Pelajar PPL SMKN 1 LUMAJANG)