TNBTS
Kapolres Lumajang Naik Motor Trail Pantau Karhutla TNBTS, Perintahkan Pembuatan Fire Break
Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Riki Rayiandi turun langsung memimpin pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rabu (5/8/2026). Mengendarai sepeda motor trail, ia menembus medan pegunungan menuju Blok Bantengan, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, untuk memastikan kobaran api tidak merembet ke wilayah Kabupaten Lumajang.
Dalam peninjauan tersebut, AKBP Riki didampingi Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno, jajaran pejabat utama Polres Lumajang, personel kepolisian, serta petugas Balai Besar TNBTS. Rombongan menyusuri jalur perbatasan Lumajang–Probolinggo sekaligus mengecek kondisi titik api dan efektivitas sekat bakar (fire break) yang telah dibuat.
Di lokasi, Kapolres menginstruksikan penambahan sekat bakar darurat sebagai langkah mitigasi untuk menghambat laju api agar tidak memasuki wilayah administratif Kabupaten Lumajang.
"Kami saat ini sedang melakukan monitoring, mitigasi, dan antisipasi pencegahan terkait kebakaran hutan di wilayah TNBTS," ujar AKBP Riki saat memimpin peninjauan di jalur perbatasan Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dengan Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Menurutnya, pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh upaya penyekatan berjalan optimal. Hingga saat ini, titik api masih berada di kawasan Kabupaten Probolinggo dan belum memasuki wilayah Lumajang.
"Hari ini kami bersama Balai Besar TNBTS melakukan pengecekan langsung ke lapangan sekaligus memastikan penyekatan api berjalan dengan baik agar kebakaran tidak merambat ke wilayah Lumajang," katanya.
Meski demikian, AKBP Riki mengingatkan seluruh personel agar tetap waspada. Kondisi vegetasi yang mengering serta perubahan arah angin sewaktu-waktu berpotensi mempercepat penyebaran api.
"Kondisi vegetasi yang cukup kering membuat potensi perambatan api tetap harus diwaspadai. Karena itu patroli, monitoring, serta penyekatan akan terus dilakukan secara berkala," tegasnya.
Selain memantau titik api, personel gabungan juga melakukan identifikasi jalur-jalur rawan yang berpotensi menjadi lintasan api apabila terjadi perubahan arah angin. Koordinasi terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan jika kebakaran bergerak mendekati wilayah Lumajang.
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan selama bertugas. Medan yang terjal, suhu tinggi, dan kepulan asap pekat menjadi tantangan yang harus diantisipasi dalam operasi pemadaman dan pengamanan kawasan.
"Saya meminta seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap waspada terhadap perkembangan situasi di lapangan, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan," ujarnya.
AKBP Riki menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Sinergi antara Polri, Balai Besar TNBTS, pemerintah daerah, relawan, dan unsur terkait terus diperkuat melalui patroli, pemantauan titik api, serta pembuatan sekat bakar sebagai langkah pencegahan dini.
"Hingga saat ini api masih berada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Namun kami tetap bersiaga penuh agar kebakaran tidak meluas ke Kabupaten Lumajang. Upaya mitigasi akan terus dilakukan bersama seluruh pihak terkait," pungkasnya.
Pemantauan dan pembangunan sekat bakar di kawasan perbatasan menjadi langkah preventif untuk melindungi kawasan TNBTS sekaligus mencegah kebakaran meluas ke Kabupaten Lumajang. Aparat gabungan memastikan patroli dan monitoring akan terus dilakukan hingga kebakaran berhasil dikendalikan sepenuhnya (Red).
Editor : Redaksi