Lumajang (lumajangsatu.com) - Warga Pasirejo Desa Purorejo Kecamatan Tempursari kompak menolak tambang pasir. Pasalnya, warga merasa khawatir dampak negatif pertambangn pasir, terlebih lagi pihak CV menggunakan alat berat.
Baca juga: Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik
Imam Muzani, Sekdes Purorejo menyatakan warga sangat kompak melakukan penolakan. Bahkan, warga sudah meminta alat berat segera keluar dari lokasi tambang di aliran sungai Semeru.
Jika melihat surat yang masuk ke Desa, lokasi pertambangan berada di Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari dan Sidomulyo Kecamatan Pronjiwo. Namun, truck angkutan pasir melawati Desa Purorejo Kecamatan Tempursari.
Baca juga: Coffee Talk Perdana, Bidang Ekraf dan Pariwisata GP Ansor Lumajang Perkuat Kolaborasi Kader
"Warga kompak melakukan penolakan, karena khawatir dengan dampak negatif tambang pasir terlebih lagi menggunakan alat berat," jelas Muzani, Rabu (14/08/2019).
Warga semakin marah karena ada tanggul penahan banjir yang diratakan untuk kepentingan jalan tambang. Padahal, tanggul tersebut sangat penting untuk menahan lahar Semeru tidak masuk ke permukiman warga.
Baca juga: Komisi B DPRD Lumajang Pantau Perbaikan Jalan Ranubedali–Tegalsono dan Wonoayu–Wates Wetan
"Ada tanggul penahan banjir yang diratakan untuk dijadikan jalan truck pasir. Warga mulai kemarin (13/08) meminta aktifitas tambang segera dihentikan," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi