Gunakan Alat Berat

Warga Purorejo Tempursari Tolak Tambang Pasir

lumajangsatu.com
Warga Purorejo saat melakukan penolakan tambang pasir dan meminta alat berat keluar dari aliran sungai

 

Lumajang (lumajangsatu.com) - Warga Pasirejo Desa Purorejo Kecamatan Tempursari kompak menolak tambang pasir. Pasalnya, warga merasa khawatir dampak negatif pertambangn pasir, terlebih lagi pihak CV menggunakan alat berat.

Baca juga: Harry Purwanto, Akademisi dan Praktisi Media yang Mengembangkan Komunikasi Digital Indonesia di Lumajang

Imam Muzani, Sekdes Purorejo menyatakan warga sangat kompak melakukan penolakan. Bahkan, warga sudah meminta alat berat segera keluar dari lokasi tambang di aliran sungai Semeru.

Jika melihat surat yang masuk ke Desa, lokasi pertambangan berada di Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari dan Sidomulyo Kecamatan Pronjiwo. Namun, truck angkutan pasir melawati Desa Purorejo Kecamatan Tempursari.

Baca juga: Peduli Pengembangan Atlet Santri, Ning Laila Serahkan Alat Pertandingan di Kejurkab VII Trisula 2026 Pagar Nusa Lumajang

"Warga kompak melakukan penolakan, karena khawatir dengan dampak negatif tambang pasir terlebih lagi menggunakan alat berat," jelas Muzani, Rabu (14/08/2019).

Warga semakin marah karena ada tanggul penahan banjir yang diratakan untuk kepentingan jalan tambang. Padahal, tanggul tersebut sangat penting untuk menahan lahar Semeru tidak masuk ke permukiman warga.

Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa

"Ada tanggul penahan banjir yang diratakan untuk dijadikan jalan truck pasir. Warga mulai kemarin (13/08) meminta aktifitas tambang segera dihentikan," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru