Aksi DEM IAI Syarifuddin

Bunda Indah Tabur Bunga dengan Tangan Diperban di Kain Kafan Bertuliskan Pemerintah

lumajangsatu.com
Bunda Indah Nabur Bunga diatas Kain Kafan Bertuliskan Pemerintah saat Aksi Demo Mahasiswa. (foto by Yongky)

Lumajang (lumajangsatu.com) - Aksi Demo Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Syarifuddin menagih janji politik soal keamanan dengan pemasangan 1000 CCTV digelar di halaman Pemkab Lumajang,Rabu (25/09/2019). Dalam aksi kali ini, Mahasiswa juga mengenang 4 tahun Peristiwa berdarah Tragedi dibunuhnya Aktivis Tolak Tambang Salim Kancil di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian.

Sebelumnya, mahasiswa sempat berdiskusi alot dengan pihak perwakilan pejabat pemerintah melakukan teatrikal dihalaman pemkab. Setelah meminta ijin Bupati, Thoriqul Haq melalui Video Call disetujui oleh aparat.

Baca juga: Lumajang Jadi Tuan Rumah Kejurda Finswimming Jawa Timur 2026, Diikuti 657 Atlet

Mahasiswa gelar kain putih halaman pemkab bertulisankan "Pemerintah mati". Pendemo pun menaburi bunga diatas kain kafan dan meminta Wabup yang akrab dipanggil bunda indah turut menaburkan bunga.

Dengan tangan kanan kanan terbalut perban putih, Bunda menambur bunga. Kemudian diikuti Assiten Sekda, Nugroho Dwi Atmoko ikut menambur bunga.

"Mahasiswa kaum intelek yang berkomitmen melindungi rakyat," ujar Bunda.

Baca juga: Bupati Lumajang Kerahkan Semua Unsur Keamanan hingga Desa, Camat-Kapolsek Diminta Siaga Penuh

Aksi teatrikal digelar sebagai arti sebuah duka mendalam rakyat lumajang atas tragedi berdarah yang terjadi dilumajang. Baik dari kebijakan tambang Salim Kancil dan Aksi kejahatan begal dijalanan Lumajang.

"Jangan ada lagi darah mengucur ditanah Lumajang dari sikap dan kebijakan abai pemerintah,"ungkap Aam Wakil Presiden Mahasiswa IAI Syarifuddin.

Baca juga: Pemkab Lumajang Dorong Sinergi Pengusaha Stockpile dan Penambang Manual

Dia menilai bersedianya wakil bupati menabur bunga berarti menyadari bahwa peristiwa berdarah masih terjadi dilumajang.

"Ini bukti pemerintahan mati," pungkasnya. (Mg1/ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru