Lumajang - Film Mahameru karya asli anak Lumajang diputar perdana di Mopic Cinemas. Film Mahameru menceritakan tentang persahabatan anak desa dan anak kota yang terpisah karena orang tua harus pindah tugas.
Yang menarik, dalam film Mahameru juga mengandung kritik kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang. Diceritakan, ayah Farah harus pindah ke Jakarta karena bisnis ekpsor pisang Lumajang meredup akibat serbuan pohon sengon.
Baca juga: Patroli Dini Hari, Polsek Kunir Sisir Jalur Rawan Kriminalitas dan Periksa Kendaraan
Bupati Lumajang Thoriqul Haq merespon kritik tersebut dengan mengajak masyarakat Lumajang kembali menggalakan menanam pisang. Cak Thoriq mengakui sengon lebih diminati dari pada pisang, karena sengon langsung berjejaring dengan dunia industri.
"Betul tadi kritik dalam film Mahameru, sengon lebih bersanding dengan industri," terang Cak Thoriq usai melihat film Mahameru, Jum'at (14/02/2020).
Apa yang harus dilakukan agar pisang kembali jadi primadona bagi warga Lumajang, pemerintah harus melakukan intervensi dengan menyiapkan bibit. Sejalan dengan itu, harus disiapkan industrinya, agar harga pisang tetap stabil dan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.
Baca juga: Kejar Tanpa Henti! Polisi Buru Begal Sadis di Jatiroto, Warga Diminta Doa dan Dukungan Ungkap Pelaku
"Kita galakan lagi menanam pisang dan disiapkan industrinya agar ada jaminan harga dan kwalitasnya," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi