Kedungjajang - Pohon sengon banyak menjadi pilihan usaha pertanian di tanah air, tak terkecuali di Desa Tempursari Kec. Kedungjajang Lumajang. Namun sejak setahun terakhir pohon sengon di Desa Tempursari Kecamatan Kedungjajang dihantam penyakit, warga kompak menanam pohon pisang diladangnya.
H. Marsuqi warga Desa Tempuran Kec. Kedungjajang mengungkapkan bahwa penanaman pohon sengon memiliki daya ekonomis yang menjanjikan, dengan perawatan yang minim, dan mudah tumbuh diberbagai jenis lahan tanah. "Sengon enak perawatanya, tapi setahun terakhir pohon sengon banyak terserang penyakit," ungkapnya saat ditemui Lumajangsatu.com dikediamanya Dusun ketindan Desa Tempursari Kecamatan Kedungjajang, Rabu (03/09/2020).
Baca juga: Dugaan Perselingkuhan Oknum Kades di Lumajang : Laporan Dicabut, Luka Moral Tertinggal
Laki-laki yang tergabung di Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) tersebut mengungkapkan bahwa pohon sengon didesanya diserang ulat lama-lama kering. "pertumbuhanya jadi lambat dan tak jarang mati"ungkapnya.
Baca juga: Pemkab Lumajang Larang ASN Live di Media Sosial Saat Jam Kerja, Tegaskan Disiplin dan Etika Digital
Laki-laki usia 48 tahun tersebut mengungkapkan akibat hal itu, petani inisiatif menanam pisang. "Dari awal memang ada yang menanam pisang tapi tidak banyak. Petani memilih yang lebih berpeluang untung, bertepatan memang harga pisang belakangan ini tinggi,"ungkapnya.
Baca juga: Polres Lumajang Hadiri Perayaan Natal BKSAG 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi dan Keamanan
Dia juga mengungkapkan bahwa dinas pertanian masih belum bertindak terkait penyakit sengon. "Penyakit sengon bukan hanya terjadi di desa ini saja, didesa lain juga marak,"ungkapnya. (Oky/ls/red)
Editor : Redaksi