Serangan Corona Mengila

Wagub Penuhi Janji keBunda Indah Soal Atasi Banyak Nakes Kena Covid-19

lumajangsatu.com
Wagub Emil Menjelaskan Corona papari nakes ke Wartawan.

Lumajang - Wakil Gubernur Jawa Timur Emile Dardak melakukan kunjungan di Kabupaten Lumajang disaat ganasnya serangan Covid-19. Hal tersebut memicu dugaan public yang disangkut pautkan dengan kondisi paparan Covid 19, yang tinggi terutama di Klaster tenaga kesehatan. Kamis (17/09/2020).

Emile Dardak mengungkapkan bahwa kunjunganya dilatar belakangi janji dengan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati. "Saya tadi habis dari Situbondo, Jember, mampir Lumajang karena janjian ketemu wabup,"ungkapnya.

Baca juga: Komisi B DPRD Lumajang Dorong Optimalisasi Balai Benih Ikan Rowokangkung, Genjot PAD dan Kembangkan Sektor Perikanan

Dardak mengungkapkan bahwa soal tenaga kesehatan, sudah di diskusikan dengan Ikatan Dokter Indonesia (Jatim). "Dari IDI sudah mengeluarkan pesan-pesan untuk bagaimana kita mencegah terjadinya penularan,"ungkapnya

Baca juga: 3.000 Botol Miras Dimusnahkan, Pemkab Lumajang Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggar Perda

Dia juga memaparkan sudah ada surat 335 tanggal 14 September 2020, yang disampaikan kepada seluruh rumah sakit di Jatim dan diteruskan ke Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia(PERSI). "Kedislipinan dengan baik dan Alat Pelindung Diri (APD) harus lengkap nah sekarang ada jaminan dari kami,"ungkapnya.

Suami Arumi Bacsin tersebut menjelaskan bahwa kini ada intruksi bahwa jika ada dokter atau tenaga kesehatan punya penyakit bawaan, berusia 50 tahun atau lebih. Untuk tidak menangani pasien dengan perawatan covid 19. "Dan masih banyak lagi dan masih terus ada lagi, rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan dari IDI kepada direktur seluruh rumah sakit,"ungkapnya

Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal

Emil Dardak menutup paparanya dengan harapan pelaksanan aturan dengan maksimal. "jika benar-benar bisa dilaksanakan mudah mudahan dapat meminimalisir potensi penularan"Pungkasnya. (Oky/ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru