Lumajang - Kapolsek Candipuro AKP Sajito mengeluarkan tembakan peringatan diudara lantaran demo penutupan tambang pasir di Dusun Sumberlangsep Desa Jugosari berlangsung ricuh Senin, (23/11/2020).
Polisi meminta penambang untuk menghentikan aktivitas pertambangan pasir untuk sementara waktu hingga ada kesepakatan bersama dengan warga.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
" Ada 75 warga menuntut penambangan pasir dihentikan karena merusak lingkungan,sedangkan penambang pasir menolak penutupan" Ujar AKP Sajito
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Konflik tambang pasir tersebut muncul lantaran dipicu aksi para penambang pasir yang melanggar kesepakatan dengan warga sekitar.
Penambang tetap melakukan pertambangan pasir hingga kurang dari 200 meter dari pemukiman sehingga membahayakan warga jika terjadi hujan maupun banjir.
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
Kapolsek Candipuro AKP Sajito berjanji akan mengumpulkan warga, penambang pasir, dan pemilik lahan pertambangan untuk bermusyawarah guna menyelesaikan persoalan pertambangan pasir di Desa Jugosari tersebut. Usai suasana kondusif, warga dan penambang pasir akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (Oky/ls/red)
Editor : Redaksi