Candipuro - Tanggul sepanjang 15 meter, terkikis lahar dingin Semeru di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro. Untuk menghindari lahar masuk ke pemukiman warga, Pemkab Lumajang menyiapkan langkah darurat dengan menormalisasikan arus aliran sungai.
Terkikisnya tanggul tersebut akibat guyuran hujan yang melanda daerah sekitar, sehingga mengakibatkan banjir lahar dingin, Kamis (03/12/2020). Untuk mengurangi risiko lahar masuk ke pemukiman warga, melihat volume penimbunan lahar panas di Besuk Kobokan masih terlalu besar.
Baca juga: OJK Jember: Ekonomi Sekarkijang Tumbuh Solid, Kredit dan Investasi Meningkat Positif
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyiapkan langkah darurat. Yang utama adalah menormalisasikan arus aliran sungai. "Kami sudah koordinasikan dengan pihak PU Sumber daya air selaku yang punya kewenangan di sungai ini," ujar Agus, Jumat (04/12/2020).
Menurut Agus, penyebab terkikisnya tanggul dikarenakan sebelumnya banyak aktivitas penambangan kurang memperhartikan kondisi lingkungan. Para penambang lebih memilih mengeruk pasir dan bebatuan di tepian sungai ketimbang di tengah.
Baca juga: Kejari Lumajang Musnahkan Barang Bukti 54 Perkara, Narkotika Mendominasi
"Sehingga aliran sungai yang seharusnya bisa mengalir ke seluruh permukaan sungai hanya bisa mengalir di pinggiran," katanya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada para penambang jika nanti tambang kembali dibuka agar dapat mempertimbangkan kerusakan lingkungan jika terlalu melakukan aktivitas di pinggiran sungai.
Baca juga: Agus Triyono: Pejabat Berganti, Pelayanan Masyarakat Tak Boleh Berhenti
"Maka itu saya minta kepada semua penambang proses pengambilan batu dan pasir mempertimbangkan kondisi kanan-kirinya," pungkasnya.(Hms/red)
Editor : Redaksi