Ada Saran Netizen

Ritual Buang Bantal Cari Bocah Tenggelam Bondoyudo Lumajang

lumajangsatu.com
Tim BPBD dan Basarnas susuri sungai pakai perahu karet cari bocah tenggelam di sungai Bondoyudo.

Sukodono - Banyak masukan dari warga Lumajang yang menggunakan media sosial untuk pencarian bocah tenggelam di Sungai Bondoyudo menggunakan ritula buang bantal. Selain itu, mitos ini diyakini bisa segera menemukan di korban tenggelam.

"Dari kabar warga, pihak keluarga sudah melakukan ritual itu," ujar Kabid Kedarutan BPBD Lumajang, Joko Sambang saat bercerita proses pencarian yang dilakukan timnya.

Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan

BACA JUGA : BPBD Lumajang Dibantu Basarnas Cari Bocah Tenggelam di Bondoyudo

Tradisi buang bantal yang biasa digunakan korban tenggelam di sungai dinyakini banyak orang. Bahkan, cerita turun temurun ini masih dianggap sebagai kepercayaan atau mitos.

Baca juga: Bapemperda DPRD Lumajang Matangkan Naskah Akademik Raperda Pengembangan Koperasi

Selain bantal yang dibuang ke sungai dilokasi tenggelamnya korban. Ada juga barang yang dipakai atau kesukaan dari korban.

Diberitkan sebelumnya, korban Ahmad Dani usia 8 tahun tenggelam saat terpeleset hendak mancing ikan bersama teman-teman. Kabar tenggelamnya di Dani diketahui keluarga saat para temannya didesak oleh orang tua masing-masing untuk bercerita.

Baca juga: Ketua DPRD Lumajang Hadiri HPN 2026: Pers Adalah Pilar Transparansi Pembangunan

Hingga berita ini diturunkan, korban tenggelam masih belum ditemukan. Karena waktu sudah petang, Tim TRC BPBD dan Basarnas menghentikan pencarian dilanjut, Sabtu (10/4/2021) besok. (har/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru