Tempeh - Komisi B DPRD Lumajang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan kunjungan ke UKM pengolahan limbah emas dan perak di Desa Gesang Kecamatan Tempeh. Kunjungan juga bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang.
"Kemarin (Senin), kita bersama mitra melakukan kunjungan ke UKM pengolahan limbah emas dan perak," ujar Susilo Yuwan Permadi anggota Komisi B DPRD Lumajang dari Fraksi Gerindra, Selasa (27/07/2021).
Baca juga: NasDem Resmikan Kantor Baru di Lumajang, Targetkan 1 Kursi di Tiap Dapil pada 2029
Kunjungan itu juga bagian dari edukasi, agar para pengrajin pengolahan limbah emas dan perak sisa dari limbahnya tidak dibuang sembarangan. Sosialisasi penting, agar lingkungan tetap terjaga dan sehat untuk kehidupan manusia.
"Selama ini kan tidak pernah ada edukasi, makanya kita ajak DLH dan Disperindag, agar para UKM pengolahan limbah emas dan perak bisa dapat pencerahan tentang limbah yang berbahaya," jelas politisi Gerindara itu.
Baca juga: Peduli Rasa Aman dan Nyaman, Warga Pandansari Lumajang Pasang Penerangan Jalan Secara Swadaya
Di Kecamatan Tempeh, khususnya Desa Gesang, Pulo dan Jokarto banyak pengrajin emas dan perak. Limbah dari pengrajin itu ada yang memanfaatkan dengan diolah kembali untuk diambil sisa-sisa emas dan peraknya.
"Pengolahan limbah ini, merak yang memanfaatkan limbah dari pengrajin emas dan perak," terangnya.
Baca juga: Kronologi Penyerangan Begal di Wonorejo Lumajang, Korban Luka di Leher
Rencananya, DLH akan melakukan uji laboratorium air di sekitaran UKM pengolahan limbah emas dan perak. Hal itu dilakukan untuk memastikan air di masih aman atau sudah tercemar limbah-limbah berbahaya atau tidak.(Yd/red)
Editor : Redaksi