Lumajang-Polsek Pronojiwo kembali melakukan penyelesaian kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) melalui keadilan restoratif atau restorative justice. Pelapor sepakat berdamai dan mencabut laporannya ke polisi.
Kapolsek Pronojiwo Iptu Wahono Pudji Santoso mengatakan, penghentian penyidikan ini dilakukan terhadap perkara kekerasan yang dilakukan IDP (24) terhadap istrinya sendiri MG (23) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo
Baca juga: Tekan Potensi Pelanggaran Hukum di Kalangan Pelajar, Polres Lumajang Gandeng MTs Miftahul Ulum 2
Dalam perkara ini kedua belah pihak, pelapor dan terlapor telah sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan. Selain itu pelapor juga telah mengajukan pencabutan laporan kepolisian.
"Terlapor sudah meminta maaf atas perbuatannya dan sanggup untuk tidak mengulangi baik kekerasan maupun perbuatan lain yang melanggar hukum baik kepada korban maupun orang lain dan bersedia dan sanggup membina hubungan keluarga yang lebih baik di kemudian hari," ujarnya.
Baca juga: Miliki 5 Ambulans, Sakera Lumajang Dapat Apresiasi Bupati dan Wabup atas Aksi Sosial
Kapolsek menambahkan rasa cinta yang mendasari untuk berdamai olehnya itu dengan menghadirkan korban, tersangka maupun saksi, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
“Jalan damai mencapai kesepakatan adalah cara yang terbaik yang diterapkan di lingkungan warga, agar tidak timbul permusuhan dan dendam kemudian hari. Tak semua laporan itu harus diselesaikan secara hukum,” tutupnya (Ind/hum/red).
Baca juga: Kapolres Lumajang Sambangi Warkop, Warga Bebas Sampaikan Keluhan dan Kritik
Editor : Redaksi