Lumajang - Kegiatan Ruwat Air Semeru di Desa Penanggal Kecamatan Candipuro berjalan meriah. 40 tumpeng dan gunungan hasil bumi diarak menuju sumber mata air Tirtosari yang juga dijadikan wisata di Desa Penanggal di Kaki Gunung Semeru. Kegiatan tersebut juga bagian dari rangkaian Candipuro Culture Festival (CCF) Lumajang 2023.
Mufidun Al-Amin, Sekdes Penanggal menyatakan, arak-arakan diikuti oleh semua perangkat Desa dan juga masyarakat. Setelah sampai di lokasi dan di do’akan, kemudian digelar makan bersama dan rebutan hasil bumi. Kegiatan tersebut juga bagian dari rasa syukur warga atas air yang melimpah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
“Malam 1 suro kita gelar pawai seribu obor untuk menyambut tahun baru Islam dan hari ini kita gelar kegiatan ruwat air,” jelas Amin kepada Lumajangsatu.com, Rabu 919/07/2023).
Kegiatan ruwat air Semeru rutin digelar setiap tahun di Desa Penanggal. Namun, pada kegiatan kali ini ada yang berbeda. Pasalnya, ada penampilan dari maestro tari Indonesia Parmin Ras. Sang maestro ikut dalam kegiatan tersebut dan menari dengan tema “Menari diatas Air”.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
“Yang menarik kali ini ada penampilan dari maestro tari Indonesia bapak Parmin Ras yang ikut tampil mas,” terangnya.
Dengan kegiatan tersebut, warga meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa akan kesuburan dan karunia melimpah sumber mata air yang akan memberikan kehidupan bagi warga dan pertanian. Kegiatan tersebut akan terus digelar setiap tahun sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian alam.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
“Kita berharap ini akan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Lumajang. Mari kita bersama menjaga alam untuk keberlangsungan umat manusia,” pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi