Aksi Peringati Sumpah Pemuda, PMII Sebut Penambang Pasir Ilegal Penjajah Masa Kini

lumajangsatu.com
Aksi di Adipura Lumajang

Lumajang(lumajangsatu.com)- Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lumajang menggelar aksi teatrikal di perempatan Adipura Lumajang, Selasa (28/10/2014). Aksi tersebut untuk memperingati sumpah pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober.

"Jika ada 100 orang yang membela kebenaran, maka pastikan kita adalah salah satunya," teriak orator mahasiswa yang diikuto oleh terikan semua peserta aksi.

Baca juga: Harry Purwanto, Akademisi dan Praktisi Media yang Mengembangkan Komunikasi Digital Indonesia di Lumajang

Sementara itu, Muhammad Hariyadi Ketua PMII Cabang Lumajang menyatakan, jika dulu para pemuda berjuang kemerdekaan, maka hari ini pemuda harus berjuang untuk pembangunan dan pemberantasan pejbat korup. Meski sudah merdeka puluhan tahun, tetapi masih banyak kemiskinan, sekolah masih mahal karena ulah dari para pejabat korup.

Baca juga: Peduli Pengembangan Atlet Santri, Ning Laila Serahkan Alat Pertandingan di Kejurkab VII Trisula 2026 Pagar Nusa Lumajang

"Kita minta penegak hukum memberantas korupsi yang ada di Kabupaten Lumajang," jelasnya. Di Lumajang merupakan dareah yang yang kaya dengan tambang pasir. Namun, hari ini kekayaan alam tersebut hanya dinikmati oleh segelintir orang.

"Penambang pasir ielgal itu adalah penjajah masa kini, meskipun mereka berteriak demi kemakmuran masyarakat, namun itu adalh bohong," tegasnya.

Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa

PMII dengan tegas mendukung langkah polisi melakukan pemberantasan tambang ilegal. PMII juga meminta Satpok PP, Kejaksaan Lumajang untuk ikut menertibkan tambang ilegal.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru