Lumajang - Warga Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang mempertanyakan program pembangunan jalan Perempatan Desa Argosari Dusun Pusung. Pasalnya, jalan rabat beton tersebut tidak ada papan nama dan baru saja dibuka sekitar 10 hari kondisinya mulai ada yang rusak dan menimbulkan jalan berdebu.
Baca juga: Terungkap, Orang Tua Bayi yang Dibuang di Senduro Menyerahkan Diri, Motif Diduga Faktor Ekonomi
Ismaida, salah seorang warga Argosari kepada Lumajangsatu.com menceritakan banyak warga yang mengeluh akibat debu yang ditimbulkan ketika ada kendaraan yang melintas. Masyarakat tentu sangat bersyukur dengan pembangunan jalan tersebut, namun jika tidak ada papan nama, tentu perlu dipertanyakan.
“Karena tak ada papan namanya, maka informasinya tidak ada. Apakah jalan dibanguan oleh pihak desa, atau pihak lain, berapa anggarannya juga tidak jelas,” jelas Ismaida, Rabu (17/07/2024).
Baca juga: Anggota Polres Lumajang Evakuasi Bayi yang Ditemukan di Warung Dekat Jembatan Curah Kebo
Tak hanya soal papan nama, jalan yang baru dibuka sekitar 10 hari itu sudah sebagian yang rusak mengelupas. Warga berharap agar ada pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan jalan, sehingga bisa terbangun dengan baik dan sesuai dengan anggaran.
“Mulai ada yang rusak mas, makanya menimbulkan debu karena ketika cor mengelupas maka akan ada pasir-pasir dan tentu akan berdebu,” paparnya.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
Jika bukan berasal dari sumber dana desa, warga berharap agar pihak desa tidak menerima pembangunan tersebut. “Kita berharap pihak desa tidak menerima pembangunan jalan yang dikerjakan tak transparan,” pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi