Lumajang - Seorang pria berinisial SM (50) warga Desa Tempursari, Kecamatan Rowokangkung tega menusuk diduga selingkuhannya, AS (34), hingga mengalami luka parah. Peristiwa ini terjadi pada Senin (12/8/2024) sekitar pukul 19.30 WIB di Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang
Kapolsek Rowokangkung Iptu Murjito melalui Kasi Humans Polres Lumajang Ipda Sugiarto menjelaskan, motif di balik aksi penusukan tersebut adalah rasa cemburu pelaku karena pesan singkatnya tidak dibalas oleh korban.
Baca juga: Harga Cabai Rawit Lumajang Tembus Rp72.500 per Kg, Pemkab Siapkan Gerakan Pangan Murah
Pelaku mengaku kesal karena selama kurang lebih seminggu, korban tidak mengangkat telepon dan membalas pesan WhatsApp-nya," ujar Ipda Sugiarto
Kronologi kejadian bermula saat pelaku mendatangi rumah korban. Melihat pintu rumah dalam keadaan terbuka, pelaku langsung masuk dan mendapati korban sedang tidur-tiduran dan bermain ponsel.
Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, pelaku kemudian melakukan penusukan berulang kali ke tubuh korban.
Baca juga: Jelang Operasi Jantung di India, Bupati Lumajang Beri Semangat untuk Arga
"Mendengar teriakan korban, suami korban yang saat itu berada di dapur langsung keluar dan melihat istrinya bersimbah darah. Suami korban kemudian berteriak maling untuk meminta pertolongan warga," tambahnya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan berhasil mengamankan pelaku beserta pisau yang digunakan untuk melakukan penusukan
Selanjutnya, pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan membawa pelaku ke Polres Lumajang.
Baca juga: Polsek Jatiroto Kenalkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara kepada Pelajar SMPN 1
Korban yang mengalami luka akibat penusukan tersebut segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
"Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Kini tersangka di limpahkan ke Satreskrim Polres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," tutupnya (Ind/red).
Editor : Redaksi