LUMAJANG – Menjawab tantangan rendahnya minat baca di era digital, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang terus berinovasi melalui program perpustakaan keliling. Program ini telah berjalan beberapa tahun dan dinilai efektif menjangkau masyarakat lintas kalangan.
Baca juga: Permatabirufest 2026 Meriah, Ratusan Anak TK/RA Lumajang Unjuk Bakat Mewarnai dan Menyanyi
Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang, Tutik Andriyani, menyebut perpustakaan keliling menggandeng sejumlah instansi dan sekolah untuk memperluas jangkauan layanan. "Kami hadir langsung ke masyarakat, termasuk pelajar dan warga umum, dengan membawa koleksi buku yang bisa dinikmati secara langsung," ujarnya, Sabtu (19/4/2025).
Tidak sekadar menyuguhkan layanan peminjaman buku, perpustakaan keliling juga menjadi sarana pembelajaran yang mendorong pengembangan keterampilan dan pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda.
"Perpustakaan kini bukan hanya tempat membaca, tapi juga pusat pembelajaran yang mendukung pengembangan potensi masyarakat. Harapannya, muncul generasi cerdas dan sejahtera," tambah Tutik.
Baca juga: Sinergi Pemkab dan Bank Jatim, CSR Percantik Alun-Alun Lumajang
Program ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari lembaga pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan, untuk memastikan layanan literasi menjangkau semua lapisan.
Baca juga: Antisipasi Kejahatan 4C, Timsus Polres Lumajang Gelar Patroli Dini Hari
Di tengah dominasi teknologi informasi, perpustakaan keliling tetap relevan sebagai sarana memperkuat budaya baca. Tak hanya itu, dinas juga mengembangkan layanan inklusi sosial, termasuk untuk penyandang disabilitas dan penyediaan buku elektronik yang dapat diakses secara daring.
Berbagai inovasi ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat literasi masyarakat, khususnya kalangan muda, agar tetap melek informasi di era serba digital (Ind/Kom/red)
Editor : Redaksi