Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang telah membangun sebanyak 268 rumah burung hantu (Rubuha) sebagai langkah alami dan berkelanjutan untuk mengendalikan hama tikus yang kerap merusak tanaman pertanian. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) saat beraudiensi dengan Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Muhammad Mujiburrahman, di Ruang Mahameru, Kantor Bupati Lumajang, Rabu (30/4/2025).
Menurut Bunda Indah, penggunaan burung hantu sebagai predator alami terbukti efektif dalam menekan populasi tikus dan mengurangi kerugian petani. Ke depan, Pemkab Lumajang berencana menambah jumlah Rubuha dengan menggandeng perusahaan kayu lokal melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Baca juga: Lailatul Ijtima' Jadi Momentum Istimewa, Kader NU Lumajang Munajat Jelang Muktamar ke-35
Perusahaan akan menyuplai bahan baku kayu, sementara proses pembuatannya akan melibatkan petani setempat. Langkah ini diharapkan tidak hanya menekan serangan hama, tetapi juga memberdayakan masyarakat petani.
Baca juga: Lailatul Ijtima' NU Lumajang, Tradisi yang Terus Hidup dari Cabang hingga Ranting
Pemkab Lumajang optimistis, inisiatif ini dapat memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pendekatan ramah lingkungan dan berkelanjutan (Ind/Kom/red).
Editor : Redaksi