Lumajang - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin, Wonorejo, atas wafatnya Almukaromah Nyai Hj. Ainun Nisa’, pengasuh Asrama Maqoman Mahmudah (MAQDA). Almarhumah dikenal sebagai ulama perempuan kharismatik yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda.
Baca juga: Belum Ada Kesepakatan Damai, Aduan Dugaan Perzinahan Oknum Kades di Lumajang Terus Bergulir
Sebagai bentuk penghormatan, Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma melakukan takziah ke kediaman almarhumah, Sabtu (21/6/2025). Kehadiran kedua pimpinan daerah ini tidak hanya sebagai ungkapan belasungkawa, tetapi juga sebagai simbol penghargaan pemerintah terhadap peran penting tokoh agama dalam membangun karakter masyarakat.
"Beliau bukan hanya panutan bagi para santri, tetapi juga teladan bagi masyarakat luas. Nyai Ainun Nisa’ adalah sosok ulama perempuan yang sabar, bijaksana, dan konsisten dalam mendidik dengan penuh kasih sayang,” ujar Bupati.
Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menambahkan, kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi Lumajang. Kiprah beliau selama ini menjadi pilar penting dalam membentuk akhlak masyarakat.
Baca juga: Pemkab Lumajang Larang ASN Live di Media Sosial Saat Jam Kerja, Tegaskan Disiplin dan Etika Digital
"Semoga segala amal jariyah beliau terus mengalir dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus," tuturnya.
Baca juga: Polisi Tertibkan Lalu Lintas di Pasar Buah Ranuyoso, Pedagang Diimbau Tak Pakai Badan Jalan
Nyai Hj. Ainun Nisa’ dikenal luas atas dedikasinya membimbing para santri dengan komitmen tinggi terhadap nilai-nilai kebangsaan dan toleransi. Perannya menegaskan bahwa perempuan memiliki ruang strategis dalam kepemimpinan keagamaan dan sosial.
Takziah ini menjadi momen refleksi bagi masyarakat Lumajang tentang pentingnya peran pesantren dan ulama, khususnya figur ibu pengasuh, dalam membangun peradaban bangsa yang berakar pada moral, ilmu, dan cinta tanah air.
Editor : Redaksi