LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya membangun ekosistem pangan halal dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Juru Sembelih Halal (Juleha) guna memastikan proses penyembelihan hewan sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar kesehatan.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menuturkan bahwa penyembelihan halal tidak hanya sebatas persoalan teknis, melainkan juga berkaitan dengan kepatuhan umat Islam terhadap syariat dan keyakinan.
Baca juga: Ratusan Jemaah Haji Lumajang Tiba dengan Selamat, Dua Wafat dan Tiga Masih Dirawat di Arab Saudi
“Pemerintah daerah punya tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat mendapat edukasi yang tepat. Halal bukan hanya label, tapi soal keimanan yang harus dijaga sejak proses penyembelihan,” tegas Bunda Indah saat audiensi bersama Juleha di Ruang Mahameru, Senin (1/9/2025).
Ia menambahkan, Pemkab Lumajang siap mendukung program pelatihan, penyuluhan, hingga sertifikasi jagal halal. Dukungan ini dinilai penting agar masyarakat memperoleh jaminan pangan halal yang terjaga keutuhannya.
Baca juga: SPBU Pasirian Direhabilitasi, Warga Diimbau Gunakan SPBU Terdekat hingga Akhir Juni
Ketua Juleha Lumajang, Aris, menyambut positif dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, Juleha aktif memberikan pelatihan teknis, membina tukang sembelih, serta mengedukasi masyarakat sepanjang tahun, bukan hanya saat momentum Iduladha.
“Dakwah kami adalah dakwah teknis. Kami ingin memastikan umat bisa beribadah qurban dan mengonsumsi daging halal dengan penuh keyakinan, karena prosesnya benar secara syar’i dan higienis,” jelas Aris.
Baca juga: Pemkab Lumajang Intensif Pantau Distribusi BBM, Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Masyarakat
Juleha Lumajang juga telah menjalin kemitraan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk memperluas edukasi halal di tengah masyarakat. Dengan sinergi ini, diharapkan lahir generasi penyembelih halal yang profesional, berkompeten, dan mampu menjaga kehalalan serta kesehatan produk hewan.
“Lumajang tidak hanya melestarikan tradisi qurban, tapi juga sedang bergerak menuju daerah yang berdaya saing dalam ekosistem pangan halal. Ini modal sosial sekaligus spiritual yang akan memperkuat masyarakat,” pungkas Bunda Indah (Ind/red).
Editor : Redaksi