LUMAJANG – Di tengah tuntutan era digital yang menuntut kemampuan komunikasi cepat dan efektif, mahasiswa ditantang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga piawai menyampaikan gagasan. Hal itu menjadi fokus utama dalam Workshop Public Speaking bertajuk “Speak With Impact” yang digelar di STKIP PGRI Lumajang, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Pemkab Lumajang Dorong Regenerasi Seniman Muda Lewat Segoro Topeng Kaliwungu
Kegiatan yang diinisiasi UKM Jurnalistik Narasena ini berkolaborasi dengan BEM STKIP PGRI Lumajang sebagai upaya konkret meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam bidang komunikasi, khususnya public speaking yang kini menjadi salah satu keterampilan esensial di dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Workshop menghadirkan dua narasumber dengan pendekatan materi yang saling melengkapi. Narasumber pertama, Laili Ajeng Prawestri, membedah dasar-dasar public speaking secara komprehensif. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri sebagai fondasi utama sebelum berbicara di depan publik.
Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami teknik mengelola rasa gugup, mengatur intonasi suara, bahasa tubuh, hingga menyusun pesan yang jelas dan terstruktur. Menurutnya, kemampuan berbicara bukan sekadar soal berani tampil, tetapi bagaimana pesan yang disampaikan mampu dipahami dan diterima audiens secara efektif.
“Public speaking bukan hanya berbicara, tetapi bagaimana kita bisa menyampaikan pesan dengan jelas, percaya diri, dan memberi dampak kepada pendengar,” ungkapnya di hadapan peserta.
Sesi berikutnya diisi oleh Shifa Khilwiyatul Muti’ah yang mengangkat materi storytelling sebagai kunci komunikasi yang lebih hidup. Ia menjelaskan bahwa pesan yang dikemas dalam bentuk cerita memiliki kekuatan lebih besar untuk menyentuh emosi dan membangun keterhubungan dengan audiens.
Peserta diperkenalkan pada teknik menyusun alur cerita yang menarik, penggunaan contoh konkret, serta cara membangun pesan yang tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif.
“Informasi bisa saja dilupakan, tetapi cerita yang kuat akan selalu diingat,” jelasnya.
Baca juga: Patroli Dini Hari, Polsek Kunir Sisir Jalur Rawan Kriminalitas dan Periksa Kendaraan
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga mencoba mempraktikkan teknik berbicara di depan forum. Interaksi dua arah ini menciptakan suasana workshop yang hidup, komunikatif, dan mudah dipahami.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa workshop ini dirancang tidak hanya sebagai ruang belajar, tetapi juga sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia nyata yang menuntut kemampuan komunikasi yang kuat.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi mahasiswa untuk lebih percaya diri, mampu menyampaikan ide, serta berani tampil di berbagai kesempatan,” ujarnya.
Baca juga: Kejar Tanpa Henti! Polisi Buru Begal Sadis di Jatiroto, Warga Diminta Doa dan Dukungan Ungkap Pelaku
Hal senada disampaikan DPO UKM Jurnalistik Narasena yang menilai public speaking merupakan keterampilan fundamental yang harus dimiliki mahasiswa, terutama di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Menurutnya, kemampuan berbicara yang baik akan membuka lebih banyak peluang, baik dalam dunia akademik, organisasi, maupun karier profesional.
Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu berbicara di depan umum, tetapi juga memiliki kemampuan menyusun pesan yang kuat, membangun narasi yang menarik, serta menciptakan komunikasi yang berdampak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya berperan sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai pusat pengembangan soft skill yang menjadi kunci kesuksesan generasi muda di masa depan (Red).
Editor : Redaksi