Statistik Kejari

Fakta Kejari Lumajang: Lonjakan Kasus Nyata, Narkotika Masih Jadi Raja

Reporter : Indana Zulfa
Kejaksaan Negeri Lumajang tampak dari depan

LUMAJANG – Grafik kriminalitas di Kabupaten Lumajang menunjukkan sinyal yang tak bisa diabaikan. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, jumlah perkara tindak pidana melonjak tajam, sementara kasus narkotika tetap menjadi ancaman paling dominan.

 

Baca juga: Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini, MPM Honda Jatim Bagikan Perlengkapan Sekolah dan Helm untuk Siswa SD di Lumajang

Data Kejaksaan Negeri Lumajang mencatat, total perkara pada Februari 2026 berada di angka 30 kasus. Namun, angka tersebut melonjak menjadi 46 kasus pada Maret dan kembali naik hingga 52 kasus pada April. Lonjakan ini menjadi indikator meningkatnya dinamika kriminalitas di wilayah tersebut.

 

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lumajang, Lukman Akbar Bastiar, S.H., M.H., melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Ariz Rizky Ramadhon, S.H., M.H., menegaskan bahwa kasus narkotika masih menjadi penyumbang terbesar.

 

“Kasus narkotika masih tinggi dan konsisten. Ini menjadi perhatian serius karena dampaknya sangat luas,” ujar Ariz Rabu, (20/5/2026).

 

Sepanjang Februari hingga April, perkara narkotika tercatat masing-masing 16 kasus, 12 kasus, dan kembali melonjak menjadi 16 kasus. Bahkan pada Mei, angka tersebut masih tinggi di kisaran 15 kasus.

 

Tak hanya narkotika, sejumlah tindak pidana lain juga menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Kasus perjudian online sempat memuncak pada Maret dengan 9 perkara, sementara kejahatan terhadap anak, khususnya persetubuhan, meningkat dari 2 kasus pada Maret menjadi 4 kasus pada April.

 

Baca juga: Patroli Semalam Suntuk, Polsek Senduro Perketat Pengawasan Jalur Rawan Kriminalitas

Fenomena lain yang mencolok adalah munculnya kembali kasus pencurian. Setelah nihil pada Februari dan Maret, angka pencurian tiba-tiba melonjak menjadi 6 kasus pada April. Pencurian dengan kekerasan juga sempat terjadi pada Maret dengan 3 kasus.

 

Di sisi lain, beberapa kasus seperti penipuan dan penggelapan justru menunjukkan tren menurun, dari 5 kasus pada Februari menjadi hanya 1 kasus pada April.

 

Ariz menilai, fluktuasi ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat bahwa upaya penanganan dan pencegahan harus diperkuat secara serius.

 

Baca juga: Ciptakan Kamtibmas Kondusif, Polisi Sisir Jalur Rawan di Tempursari Saat Dini Hari

“Ini bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menekan angka kriminalitas,” tegasnya.

 

Kejaksaan Negeri Lumajang memastikan akan terus mengoptimalkan penanganan perkara serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menekan laju kriminalitas.

 

Dengan tren yang terus bergerak naik, Lumajang kini dihadapkan pada tantangan serius: bagaimana menahan laju kejahatan, terutama narkotika, yang masih menjadi bayang-bayang nyata di tengah masyarakat (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru