Mobil Melintas

Isu Penculikan Anak di Tempeh Hoaks, Polisi: Mobil Viral Milik Sales Sabun

Reporter : Indana Zulfa
Cctv yang beredar mobil melintas milik sales sabun

Lumajang – Kabar dugaan penculikan anak yang beredar di grup WhatsApp warga Desa Gesang Kecamatan Tempeh dipastikan tidak benar. Informasi tersebut sempat meresahkan masyarakat setelah muncul cerita adanya anak sekolah yang diikuti mobil hitam sepulang sekolah.

Dalam pesan berantai, disebutkan seorang siswa diikuti kendaraan mencurigakan dan sempat dibujuk dengan permen hingga uang. Anak tersebut dikabarkan selamat setelah menolak dan melapor kepada orang tuanya.

Baca juga: Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini, MPM Honda Jatim Bagikan Perlengkapan Sekolah dan Helm untuk Siswa SD di Lumajang

Menanggapi hal itu, Kapolsek Tempeh AKP Syamsul Arifin menegaskan bahwa informasi penculikan tersebut tidak benar alias hoaks.

“Tidak benar itu. Di Polsek tidak ada laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut,” tegasnya, Rabu (20/5/2026).

Ia menyebut, di era teknologi saat ini, informasi yang belum jelas kebenarannya sangat mudah menyebar dan memicu kepanikan. Bahkan, kendaraan yang berhenti di sekitar sekolah kerap langsung dicurigai tanpa dasar yang kuat.

Baca juga: Patroli Semalam Suntuk, Polsek Senduro Perketat Pengawasan Jalur Rawan Kriminalitas

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, termasuk keterangan Babinkamtibmas, kendaraan yang sempat viral tersebut diketahui merupakan mobil milik pihak pabrik produk So Klin yang kebetulan melintas di lokasi dan terekam kamera CCTV.

Mobil tersebut bahkan sempat dibawa ke Balai Desa Gesang untuk diklarifikasi, dan tidak ditemukan adanya indikasi tindak penculikan. Dugaan yang beredar diduga kuat berasal dari kesalahpahaman, bahkan kemungkinan cerita yang tidak sesuai fakta dari anak kepada orang tuanya.

“Memang baik untuk waspada, tapi kalau berlebihan juga tidak baik. Harus bijak menyikapinya agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya.

Baca juga: Ciptakan Kamtibmas Kondusif, Polisi Sisir Jalur Rawan di Tempursari Saat Dini Hari

Polisi pun memastikan bahwa isu penculikan tersebut adalah hoaks dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Warga tetap diminta waspada, namun juga harus mengedepankan klarifikasi agar tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru