Lumajang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang memastikan kasus tuberkulosis (TBC) masih ditemukan hampir di seluruh kecamatan. Meski wilayah timur seperti Klakah, Kunir, dan Yosowilangun sempat menjadi perhatian, penyebaran penyakit ini tidak terpusat di satu wilayah tertentu.
Baca juga: Dinkes Lumajang Catat 241 Kasus Baru HIV/AIDS Selama 2026, Ribuan Kasus Masih dalam Pemantauan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lumajang, dr. Marshall Trihandoko, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan kasus TBC tersebar merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang.
"Kasus TBC hampir sama seperti HIV, hampir di semua kecamatan ada. Jadi tidak hanya di wilayah tertentu saja," ujarnya.
Menurut dr. Marshall, masih rendahnya pengetahuan masyarakat dan kuatnya stigma terhadap penderita TBC menjadi tantangan dalam upaya penemuan kasus. Tidak sedikit penderita yang menunda pemeriksaan maupun pengobatan karena menganggap gejala batuknya sebagai bagian dari sakit demam/flu biasa. atau khawatir dijauhi lingkungan sekitar jika didiagnosis TBC oleh tenaga medis.
"Masih ada masyarakat yang belum memahami TBC. Ada juga yang memilih menutupi penyakitnya karena takut diketahui orang lain dan khawatir mendapat stigma," jelasnya.
Dinkes mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk lebih dari 14 hari. Gejala tersebut merupakan salah satu indikator utama yang perlu diwaspadai sebagai dugaan TBC.
"Kalau batuk sudah lebih dari dua minggu, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Nanti akan dilakukan pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM), dan pemeriksaan ini gratis. Jika hasilnya positif, pasien bisa segera menjalani pengobatan yang obatnya juga gratis," katanya.
Selain batuk berkepanjangan, gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain demam berkepanjangan tanpa sebab yang jelas, nafsu makan menurun, berat badan terus berkurang, dan tubuh semakin kurus. Risiko tertular juga lebih tinggi pada orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan penderita TBC.
Baca juga: Patroli Malam Polsek Padang Diperketat, Polisi Gandeng Warga Cegah Kriminalitas hingga Dini Hari
Untuk mencegah penularan, Dinkes mengimbau penderita yang mengalami batuk agar menggunakan masker saat beraktivitas. Jika penderita belum disiplin memakai masker, masyarakat yang berinteraksi dengannya juga disarankan menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan.
"Upaya pencegahan paling sederhana adalah memakai masker saat berinteraksi dengan penderita batuk. Selain itu, kami terus melakukan skrining terhadap masyarakat yang memiliki gejala maupun mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC agar kasus dapat ditemukan lebih cepat,"pungkas dr. Marshall (Red).
Editor : Redaksi