Banyak Korban

Rem Blong di Jalan Menurun, Truk Tabrak Kerumunan Hajatan di Gucialit Lumajang

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Polisi saat melakukan olah TKP
Polisi saat melakukan olah TKP

Lumajang – Kemeriahan hajatan di Dusun Sidomakmur, Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, mendadak berubah menjadi kepanikan. Sebuah truk Mitsubishi warna kuning mengalami kecelakaan beruntun setelah diduga mengalami rem blong saat melaju di jalan menurun, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Truk bernomor polisi N-8187-YH itu melaju dari arah barat menuju timur. Saat melintasi jalan menurun, rem kendaraan mengalami kerusakan hingga truk tidak dapat dikendalikan dan menghantam kendaraan yang berada di depannya.

 

Kanit Laka Lantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu mengatakan, kecelakaan bermula ketika truk melaju di jalan menurun dan mengalami gangguan pada sistem pengereman.

 

“Semula kendaraan truk Mitsubishi berjalan dari arah barat ke timur. Saat melintasi jalan yang menurun, kendaraan mengalami kerusakan pada rem atau rem blong,” kata Dendy.

 

Truk kemudian menabrak Suzuki Carry pikap L-8060-AA yang melaju searah di depannya. Benturan tersebut membuat pikap terdorong hingga menabrak kerumunan pejalan kaki yang berada di depan kendaraan.

 

“Truk kemudian membentur kendaraan pikap yang berjalan searah di depannya. Pikap tersebut kemudian membentur kerumunan pejalan kaki yang berada di depannya,” ujar Dendy.

 

Namun, rangkaian kecelakaan belum berhenti. Truk terus bergerak ke arah timur dan menghantam Mitsubishi L300 N-8157-YA yang berhenti atau parkir di sisi utara jalan.

 

Setelah itu, truk kembali menghantam sejumlah sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan. Kendaraan yang terdampak antara lain Honda Scoopy, Honda Beat, dan Honda Vario.

 

“Setelah membentur kendaraan pikap dan pejalan kaki, truk terus berjalan ke arah timur dan kembali menabrak kendaraan serta sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan,” jelasnya.

 

Laju truk baru berhenti setelah menghantam sound system acara pernikahan yang berada di sisi utara jalan.

 

Kecelakaan beruntun tersebut mengakibatkan 11 orang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, sementara sembilan lainnya mengalami luka ringan.

 

Korban meninggal dunia diketahui bernama Marni (46). Warga Kabupaten Probolinggo tersebut mengalami luka pada bagian kepala dan sempat dievakuasi ke Puskesmas Gucialit.

 

Sementara korban luka berat, Aulia Melinda Valentin (20), mengalami luka pada bagian kepala dan mendapat penanganan di RSU dr. Haryoto Lumajang.

 

Sejumlah korban lainnya mengalami luka pada kepala, wajah, tangan, hingga luka lebam dan lecet. Para korban dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Dendy mengatakan, berdasarkan hasil analisis awal, faktor kecelakaan diduga berkaitan dengan kondisi rem kendaraan serta kurangnya kewaspadaan dan kehati-hatian pengemudi ketika melintasi jalan menurun.

 

“Pengendara kendaraan truk kurang waspada dan hati-hati saat melintasi jalan yang menurun dan mengalami kerusakan pada rem sehingga menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

 

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp80 juta.

 

Petugas Satlantas Polres Lumajang bersama personel Polsek Gucialit langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga mengamankan barang bukti, mencari keterangan saksi, serta melakukan proses evakuasi dan pemeriksaan medis terhadap korban.

 

“Petugas sudah melakukan olah TKP, mencari saksi, mengevakuasi dan mengamankan barang bukti, serta meminta hasil pemeriksaan medis korban,” kata Dendy.

 

Kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan Satlantas Polres Lumajang. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dan faktor penyebab kecelakaan (Red).