Lumajang — Suasana ruang kelas di Desa Kunir Kidul tampak berbeda. Alih-alih sekadar mengikuti pembelajaran formal, para siswa SMK diajak berdiskusi mengenai persoalan yang begitu dekat dengan kehidupan mereka: pergaulan, relasi sosial, hingga tantangan di dunia digital.
Momen tersebut hadir melalui kegiatan sosialisasi yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP PGRI Lumajang dengan mengusung tema “Merajut Relasi, Merawat Diri: Mencegah Pergaulan Bebas dan Membangun Hubungan yang Sehat.”
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para siswa untuk memahami pentingnya membangun pergaulan yang sehat sekaligus menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat muncul di lingkungan sekitar.
Tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, mahasiswa KKN memilih pendekatan dialogis. Para siswa diajak terlibat aktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga pembahasan mengenai pergaulan bebas terasa lebih dekat dengan realitas kehidupan remaja.
Berbagai faktor yang dapat mendorong terjadinya pergaulan bebas turut dibahas, termasuk pengaruh lingkungan dan perkembangan zaman. Mahasiswa KKN juga mengajak siswa memahami dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, hingga masa depan mereka.
Lebih dari sekadar menghindari pergaulan negatif, kegiatan tersebut menekankan pentingnya kemampuan remaja dalam membangun relasi yang sehat. Hubungan yang baik, menurut para pemateri, tidak terlepas dari sikap saling menghargai, komunikasi yang terbuka, serta kemampuan menetapkan batasan diri.
Pesan itu menjadi salah satu poin penting yang disampaikan kepada siswa. Remaja diharapkan mampu mengenali batas antara pergaulan yang memberikan dampak positif dan lingkungan yang justru dapat membawa mereka pada risiko yang merugikan.
Baca juga: Tanamkan Empati Sejak Dini, SDN Sukosari 02 Lumajang Gaungkan “Stop Bullying”
Di tengah kehidupan remaja yang semakin lekat dengan teknologi, media sosial juga menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian. Mahasiswa KKN mengajak siswa lebih bijak dalam menggunakan platform digital, mulai dari menjaga privasi, menerapkan etika dalam berkomunikasi, hingga memilah informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Media sosial, kata mereka, tidak semestinya hanya menjadi ruang untuk bersosialisasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi diskusi dan tanya jawab berjalan dinamis. Sejumlah siswa turut menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan pergaulan mereka.
Baca juga: KKN STKIP PGRI Lumajang Gelar GEMILANG, Siswa SD/MI Se-Jatigono Adu Cerdas Matematika
Interaksi dua arah tersebut membuat kegiatan tidak terasa seperti ceramah formal. Sebaliknya, ruang kelas berubah menjadi tempat bertukar pandangan yang memungkinkan siswa lebih leluasa menyampaikan pendapat dan memahami persoalan dari berbagai sudut pandang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang berharap para siswa tidak hanya memahami risiko pergaulan bebas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk merawat diri, menghargai orang lain, serta membangun relasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Edukasi semacam ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk berkontribusi dalam membangun karakter generasi muda. Dengan bekal pengetahuan dan kesadaran yang kuat, para siswa diharapkan mampu menghadapi dinamika pergaulan dan tantangan era digital secara lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab (Red).
Editor : Redaksi