Sosialisasi
Dari Tutup Botol Bekas Jadi Gantungan Kunci, Mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang Ajak Santri Kreatif Kelola Sampah
LUMAJANG– Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata bisa disulap menjadi barang kreatif yang memiliki nilai guna. Pesan itulah yang dibawa mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang 2026 saat mengajak para remaja di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, belajar mengolah sampah menjadi produk kreatif.
Kegiatan bertajuk Sosialisasi Pengolahan Sampah Menjadi Barang Berguna tersebut digelar pada Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 28 santri tingkat MTs/MA mengikuti kegiatan dengan antusias.
Tak hanya menerima materi, para santri juga diajak terlibat langsung dalam praktik pengolahan sampah. Mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, memilah sampah, hingga mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan kembali.
Salah satu praktik yang dilakukan adalah membuat gantungan kunci dari tutup botol bekas.
Benda yang kerap berakhir di tempat sampah tersebut diolah menjadi kerajinan sederhana. Dari kegiatan itu, para peserta diajak melihat bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi bisa menjadi bahan untuk menghasilkan karya kreatif.
Selain mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas. Bahkan, produk sederhana berbahan barang bekas memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para santri mengikuti materi hingga praktik pembuatan kerajinan dengan baik.
Gus Wafi, salah satu pihak dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan mahasiswa KKN sejalan dengan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang juga membahas pengolahan sampah.
“Kebetulan sekali salah satu ekstrakurikuler di sekolah kami juga mempelajari tentang bagaimana cara pengolahan sampah dengan baik. Dengan adanya sosialisasi ini sangat cocok dengan ekstrakurikuler yang kami laksanakan,” ujarnya.
Mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas selama program KKN. Pengetahuan tentang pemilahan dan pengolahan sampah diharapkan dapat diterapkan para peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar mengurangi sampah, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan keberanian remaja untuk melihat peluang dari barang-barang yang selama ini dianggap tidak bernilai.
Dari sebuah tutup botol bekas, para santri belajar bahwa menjaga lingkungan sekaligus menciptakan sesuatu yang bernilai bisa dimulai dari hal sederhana (Red).
Editor : Redaksi