Lumajang - Pagi itu, jalanan lingkungan di Kabupaten Lumajang tak sekadar menjadi jalur lalu lintas warga. Minggu (30/8/2026), ruas-ruas jalan berubah menjadi ruang perjumpaan. Warga berjalan bersama, bercengkerama, dan sesekali tertawa dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Pesta Rakyat Mengguncang Kedungmoro, KKN STKIP PGRI Lumajang Hidupkan Semangat Kemerdekaan
Semangat itu terlihat dalam kegiatan jalan santai yang digelar di sejumlah lingkungan masyarakat. Bupati Lumajang Indah Amperawati turut berbaur bersama warga di RW 16 Malanan, Kelurahan Tompokersan, serta RW 5 dan RW 3, Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang.
Kehadiran Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menambah semarak kegiatan. Ia juga memberikan satu unit sepeda sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme warga dalam memeriahkan bulan kemerdekaan.
Bagi Bunda Indah, jalan santai memang sederhana. Namun, di balik langkah kaki yang bergerak bersama, ada manfaat yang lebih luas: tubuh tetap aktif, sementara hubungan sosial antartetangga ikut terawat.
“Jalan santai ini kelihatannya sederhana, tetapi manfaatnya luar biasa. Kita bisa berolahraga, bertemu tetangga, bersilaturahmi, sekaligus menjaga kesehatan,” ujarnya.
Berjalan kaki menjadi aktivitas fisik yang mudah dilakukan tanpa membutuhkan sarana khusus. Ketika dilakukan bersama-sama di lingkungan tempat tinggal, kegiatan itu sekaligus berubah menjadi ruang sosial.
Warga yang sehari-hari disibukkan pekerjaan dan aktivitas masing-masing memiliki kesempatan untuk bertemu dalam suasana yang lebih santai. Obrolan ringan di sepanjang jalan dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan yang mungkin jarang terjalin dalam keseharian.
Dari sana, keguyuban tumbuh. Warga semakin mengenal satu sama lain, komunikasi menjadi lebih terbuka, dan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal pun berpeluang semakin kuat.
Bunda Indah berharap semangat berolahraga bersama tidak hanya muncul ketika kalender memasuki bulan Agustus. Kebiasaan menjaga kebugaran, menurutnya, perlu menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Baca juga: 15.000 Bibit Ikan Ditebar, Menanam Harapan di Rowosumo
“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan saat peringatan kemerdekaan, tetapi bisa menjadi kebiasaan masyarakat,” tuturnya.
Olahraga bersama juga dapat menjadi kegiatan lintas generasi. Anak-anak, orang tua, hingga warga lanjut usia dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Dalam satu kegiatan, kesehatan dan interaksi sosial berjalan beriringan.
Lebih jauh, lingkungan yang warganya terbiasa bertemu dan berkomunikasi memiliki modal sosial yang penting. Ketika hubungan antartetangga terjaga, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap persoalan di sekitar akan lebih mudah dibangun.
Karena itu, jalan santai tidak harus dipandang semata sebagai aktivitas olahraga. Ia bisa menjadi ruang sosial paling sederhana untuk mempertemukan warga. Tak membutuhkan panggung besar atau acara yang rumit. Cukup jalan kaki, suasana yang menyenangkan, dan kemauan untuk berkumpul.
Baca juga: Lumajang Carnival, Etalase Kerja Pemerintah
Bunda Indah pun mengapresiasi masyarakat yang secara mandiri menghidupkan berbagai kegiatan di lingkungan masing-masing. Ia mengajak warga menjadikan semangat tersebut sebagai bagian dari cara mengisi kemerdekaan.
“Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif, dengan menjaga kerukunan, gotong royong, dan bersama-sama membangun Lumajang menjadi daerah yang semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.
Dari langkah-langkah yang tampak sederhana itu, manfaatnya ternyata berlapis. Tubuh menjadi lebih aktif, tetangga semakin dekat, komunikasi terjaga, dan semangat gotong royong tetap hidup.
Jika kebiasaan tersebut terus dirawat, jalan santai tak perlu menunggu perayaan kemerdekaan untuk digelar. Ia bisa menjadi kebiasaan kecil yang menjaga dua hal sekaligus: warga tetap sehat, dan lingkungan tetap guyub (Red).
Editor : Redaksi