Wisata Watu Pecak, Kini Jadi Wisata Tambang Pasir Pantai Illegal dan Kerusakan Lingkungan

lumajangsatu.com

Lumajang (lumajangsatu.com) - Pantai watu pecak yang merupakan kawasan tambang illegal, benar-benar menjadi daya tarik masyarakat luar Desa Selok Awar-awar. Para pengunjung ingin mengetahui lokasi yang dikabarkan akan dijadikan obyek wisata bahari andalan yang berunjung peristiwa berdarah.

"Saya mau tahu mas, dimana lokasi yang katanya watu pecak pasirnya ditambang untuk obyek wisata," ujar Sumiati adal Tempeh.

Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong

Dia kaget, bukanya melihat tambang pasir yang ramah lingkungan, tapi malah merusak pertanian di sekitarnya. "Kaget kok, malah jadi gak karuan." ungkapnya.

Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025

Hal senada disampaikan, Hamdhan, pengunjung asal Jember, dirinya penasaran dengan lokasi tambang yang menjadi perhatian nasional. "Ya penasaran, tapi kok biasa saja, mungkin dalihnya untuk wisata, tapi mengeruk kekayakan alam," jelas pria asal Kencong itu.

Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang

Kuasa Hukum Haryono, Heru Laksono mengaku, klien menambang pasir di pantai watu pecak, karena akan mengembang sebagai wisata andalan desanya. Sehingga, tidak ada hal-hal untuk meraup keuntungan dari kegiatan pengurukan pasir. "Desa selok awar-awar khan jadikan desa wisata oleh Pemkab, wajarlah kalau pak Haryono mau mengembangkan potensi wisatanya," jelasnya.(ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru