Lumajang (lumajangsatu.com) - Warga Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilanggun resah dengan adanya rencana pembangunan jembatan di Sungai Pancer di pesisir pantainya. Warga khawatir jembatan yang direncanakan untuk pengembangan wisata, malah dijadikan alat untuk penambangan pasir besi.
Hal ini disampaikan oleh, Ridwan salah satu aktivis tolak tambang di Wotgalih, Sabtu(24/10). "Warga was-was, takut seperti selok, awalnya mau dibuat wisata, tapi pasirnya yang dikeruk, dibuat jalanlah, pemancingan, tapi buntutnya sudah diketahui sekarang," ungkapnya.
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
Dia berharap kepada Pemkab Lumajang untuk memberikan keyakinan dengan surat resmi dari Bupati langsung, jika memang untuk obyek wisata bukan untuk tambang.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
"Hitam diatas putih, harus ada, jangan sampai masyarakat bergejolak lagi," jelasnya.
Baca juga: Komisi D DPRD Lumajang Dorong Percepatan UHC Melalui Penguatan Data dan Sinergi Lintas Sektor
Masyarakat Wotgalih sangat berharap tidak ada penambangan. Apalagi saat ada investigasi dari Dinas ESDM Jawa Timur, sebanyak 90 persen lebih, masyarakat Wotgalih Tolak Tambang.(ls/red)
Editor : Redaksi