Lumajang(lumajangsatu.com)- Kebakaran puluhan hektar semak belukar dan hutan cemara di Gunung Semeru yang terjadi sejak selasa (20/10) lalu hingga kini mengancam sejumlah habitat liar termasuk macan tutul yang sering ditemui jejaknya oleh para pendaki.
"Jadi disekitar lokasi kebakaran itu sering kali ditemui jejak macan tutul mas, namun hingga kini belum ada laporan ditemukannya bangkai satwa," ungkap Ahmad Susjoto Kepala Wilayah Bidang II TNBTS saat ditanya awak media, Minggu (25/10/15).
Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal
Lebih lanjut pihaknya mengatakan, selain habitat macan tutul juga banyak lagi habitat satwa liar lainnya seperti babi hutan, elang, lutung dan banyak lagi yang lainnya.
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026
"Selain macan tutul, disana juga ada babi hutan, elang, lutung dan sejumlah satwa lainnya mas," tambah pria hitam manis itu.
Meski belum ditemui bangkai satwa liar disekitar lokasi kebakaran, pihaknya akan terus melakukan patroli untuk mengetahui secara pasti satwa yang menjadi korban kebakaran.
Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro
"Ya kami terus lakukan patroli disekitar lokasi, bahkan hari ini saya bersama tim akan naik langsung kesana untuk melihat langsung situasi disana," pungkasnya. (Mad/red)
Editor : Redaksi