Lumajang(lumajangsatu.com) - Kesenian Jharan Kencak adalah identitas kebudayaan masyarakat Lumajang. Di Pekan Budaya Lumajang, Kesenian khas ini akan mengelar apel besar di Alun-alun Kota dan parade menuju Stadion Semeru.
Bahkan, Jelang Hari Jadi Lumajang ke 760 tahun, Paguyuban Jharan Kencak akan menampilkan sejumlah atraksi terbaik. Karena, Jaran kencak yang dihasilkan para seniman ini bisa menari sesuai irama gamelan khas jawa.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
"Besok, Semua anggota Paguyuban Jharan Kencak akan menunjukan kebolehannya ke masyarakat Lumajang," ujar Gawat Sudarmanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lumajang.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Bagi dia, Jaran kencak sebuah kesenian hasil akulturasi masyarakat Jawa-Madura dan Hindu-Islam. Karena ornamen dari berbagai pernak-perniknya mewakili dua kebudayaan besar yang mewarnai Indonesia. "Siapa lagi yang mau melestarikan kalau bukan masyarakat Lumajang, kita sebagai pemerintah hanya mampu membina," ungkapnya.
Kesenian Jharan Kencak sudah menjadi kebudayaan masyarakat Lumajang bagi yang menikahkan dan mengkhitan anaknya. Bahkan, kesenian ini mampu mewakili begitu heterogenya masyarakat Lumajang dan mengahasilkan seni hasil kesepakatan bersama.
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
"Jharan kencak begitu populer di kawasan Kaki Gunung Semeru-Bromo dan Lemongan, ini terbukti terekam di jejak foto kolonial," terang Gawat.(ls/red)
Editor : Redaksi