Lumajang(lumajangsatu.com) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terus mendapat keluhan dari pelanggannya di Kota Lumajang dan Sebagai wilayah Kecamatan Sukodono yang disampaikan melalui media sosial. Pantaun lumajangsatu.com, keluhan pelayanan dari PDAM dimulai dari sering mati dan air yang keluar kotor.
Bahkan, ada pelanggan yang mengeluhkan tagihan dari PDAM lebih mahal dibanding PLN. Apalagi, saluran air sering byar pet dan membuat pelanggan tidak bisa mandi dan memasak.
Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa
Salah satu keluhan pelayanan PDAM yang terbaru yakni, air yang mengucur berwarna hitam dan sangat kotor yang diwadahi piring.
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
" yo mas,mosok pln ae 20 Rb,tiap bulannya,air sampai 300r,padahal airnya klo pagi sama sore klo keluar seperti grimis doang gak sampai hujan,cuma kricik2 aja,jadi klo mau ambil satu sewor aja sampai 10 menit." pemilik akun facebook Benett Theo Wicaksono.
Sy rumah dl juga begitu, PDAM kayakx gak liat meteran tp liat rumah n pemiliknya, alias........NGAWUR," ungkap pemilik aku facebook Etty Nurvita.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
PDAM Lumajang usai ditinggal oleh mantan sekda Lumajang, Abdul Fatah Ismail sebagai Plt direktur. Pelayanan terus mendapat sorotan dari masyarakat. Bahkan, dari berbagai sumber dimasyarakat, kini banyak pelanggan PDAM lebih memilih mengali sumur dan berhenti jadi konsumen.(ls/red)
Editor : Redaksi