Lumajang(lumajangsatu.com)- Danau Ranupani di Desa Ranupani Kecamatan Senduro Lumajang kini tak seelok dulu saat dipandang mata, danau yang memiliki luasan sekitar 5-6 hektar itu terus mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat hujan lebat yang membawa lumpur lahan pertanian warga ke dalam danau.
"Dulu sampai sini mas, sekarang bisa dilihat sendiri kan danaunya sudah mulai ditumbuhi tumbuhan liar," ungkap Ima Rohimawati, salah satu warga setempat saat ditanya lumajangsatu.com, Kamis (24/02/16).
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Lebih lanjut, Ima sapan akrab ibu rumah tangga itu menjelasakan jika danau tersebut tidak hanya mengalami pendangkalan, namun sejumlah sampah plastik juga banyak ditemukan di dasar danau, bahkan air danau pun kini mulai berubah warna menjadi kungin kecoklatan.
"Airnya berubah warna itu mungkin karena banyaknya lumpur mas," tambahnya.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Sementara pihak Tanam Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menduga jika pendangkalan danau tersebut di akibatkan oleh gerusan air hujan terhadap sejumlah lahan pertanian milik warga.
"Kalau hujan deras, tanah di lahan pertanian warga yang berbukit itu akan tergerus mas, sehingga air bercampur lumpur menumpuk ke tengah danau," ujar Ahmat Susdjoto, Kepala Bidang Wilayah II TNBTS.
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
Ia, ahmat Susdjoto bersama TNBTS berencana akan segera melakukan normalisasi danau. Yang rencananya akan membuat tanggul penahan lumpur agar tidak masuk dan mendangkali danau Ranupani tersebut. (Mad/red)
Editor : Redaksi