Lumajang (lumajangsatu.com) - Petani durian Desa Pundungsari Kecamatan Tempursari terus dibuat pusing. Pasalnya, saat jelang panen durian malah ada serangan bajing atau tupai ke kebun-kebun durian warga.
"Tadi pagi dikebun, saya temukan 5 durian jatuh semuanya bolong dan tidak bisa dijual," ujar Rahman salah seorang warga Pundungsari, Selasa (01/03/2016).
Baca juga: MTs Miftahul Ulum 2 Serahkan Buku Karya Guru dan Siswa ke Kemenag Lumajang
Warga mengira serangan tupai tersebut karena habitatnya semakin jauh karena banyak hutan di Tempursari sudah beralih fungsi. Kerena kekurangan makanan ditengah populasi tupai yang semakin banyak akhirnya menyerbu kebun-kebun warga.
Baca juga: Komisi B DPRD Lumajang Dorong Optimalisasi Wisata Selokambang, Genjot PAD dan Ekonomi Warga
"Mungkin karena habitatnya semakin jauh sebab banyak hutan yang sudah beralih fungsi dan hutannya semakin jauh, sehingga mencari makan ke kebun warga" jelasnya.
Baca juga: KKN STKIP PGRI Lumajang Ajak Warga Jatirejo Biasakan Hidup Bersih dan Sehat
Upaya memberi kain warna-warni di pohon durian juga tidak efektif karena tupai-tupai tersebut tidak takut. Biasanya tupai memakan durian saat subuh jelang matahari terbit. "Musim ini serangan tupai yang paling parah mas," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi