Lumajang (lumajangsatu.com) - Puluhan hektar sawah di Tempursari yang berada di pinggir pantai terendam air. Hal itu disebabakan jalur pembuangan air dari muara ke laut tersumbat.
"Pembuangan dari muara tersumbat mas, sehingga air dari sungai tidak masuk ke laut dan ngantong di muara," ujar Catur Pujo Satoto anggota DPRD Lumajang asal Tempursari, Rabu (16/03/2016).
Baca juga: Ketua DPRD Lumajang Bacakan Teks Proklamasi di Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Jika tidak segera dibedah, hampir dipastikan para petani akan mengalami gagal panen. Kondisi tersebut setiap tahun terus berulang ketika cuaca buruk dan ombak pantai selatan besar.
Baca juga: Kukuhkan 6 Bidang Kepengurusan, GP Ansor Lumajang Usung Visi Bergerak dan Berdampak
"Kalau tidak segera dibedah jalur dari muara ke laut, para petani sudah dipastikan akan gagal panen," jelas politisi NasDem itu.
Untuk membedah jalur dari muara ke laut tidak bisa dilakukan secara manual, namun harus menggunakan alat berat. Warga mencoba dengan cara manual, namun tidak berhasil karena ombak terlalu besar sehingga jalan air yang dibuat langsung tertutup kembali.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Pengawasan TMMD ke-129, Pastikan Program Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
"Warga sempat membedah secara manual, namun tidak berhasil karena ombaknya besar, harus alat berat dan kami sudah koordinasi dengan dinas PU," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi