Lumajang(lumajangsatu.com) - Sidang lanjutan kasus peneror 3 jurnalis televisi menghadirkan saksi-saksi dariĀ Tim Polda Jatim, Ahli Bahasa dan Sahril yang dicatut dalam SMA berbau ancaman oleh terdakwa Palil di pengadilan Negeri Lumajang, Selasa(22/3).
Dalam keterangan saksi yang diberondong pertanyaa oleh Majelis Hakim yang diketui oleh Aji Suryo SH, banyak yang menyudutkan terdakwa. Dari keterangan saksi dari tim Polda Jatim, saat ada laporan dari 3 jurnalis langsung dilakuakn pelacakan dan HP dipegang Palil.
Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029
Selanjutnya, keterangan dari Saksi Sahril, tidak pernah mengenal terdakwa. Bahkan, dari Andi Asmara, Ahli Bahasa dari Surabaya, bahwa isi SMS sudah berbau ancaman baik dari struktur kata, kalimat dan bahasanya.
"Bahasa yang digunakan Indoensia, Jawa dan Madura, tetapi dalam rangkaian SMS yang membuat orang bersuku madura," jelas Andi.
Dari keterangan para saksi, palil keberatan dan minta ke Majelis Hakim untuk nantinya didampingi kuasa hukum. "Saya keberatan keterangan saksi, nanti saya minta didampingi kuasa hukum," terang Terdakwa.
Hakim Aji Suryo mengatakan, pihaknya sudah meminta ke terdakwa, apakah perlu didampingi kuasa hukum. Namun, terdakwa menolak dan siap menghadapi sendiri.
Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP
"Kalau mau didampingi kuasa hukum, silakan ajukan," paparnya.(ls/red)
Editor : Redaksi