Lumajang (lumajangsatu.com) - Mendengarkan musik dangdut adalah sebuah kenikmatan tersendiri bagi sebagian masyarakat Lumajang. Apalagi, musik dangdut sudah tak asing bagi warga kaki Gunung Semeru, sehingga menjamurnya para penjual Cassete Disct (CD).
Namun, musik khas Banyuwangi mulai mengeser kesukaan musik masyarakat Lumajang. Apalagi, kepopuleran musik khas masyarakat Osing, kini sudah menjadi bagian kehidupan orang Lumajang.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Akibatnya, Masyarakat Lumajang sangat antusias untuk membeli CD di lapak di Jl. Jenderal Sudirman arah ke Kawasan Jagalan. Jejeran Lapak penjual kaset buka jam 10.00 - 21.00 WIB.
Hari (28) pemilik lapak CD mengatakan bahwa penjualan kaset dangdut banyuwangi lebih laris di banding kaset cd lainnya .karena musik dangdut banyuwangi lebih enak di dengar. "Pokoke seng digoleki, CD Banyuwangian saiki mas," ujarnya.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Lanjut dia, para pembeli mengakui musik banyuwangi lebih josss untuk di dengarkan.Apalagi yang lagi booming di kota lumajang adalah Mahesa dengan judul "Lungset".
"Lagu banyuwangi itu sesuai dengan suasana hati, jowo yo gak jowo, tapi bahasane alus ning nyereti," kata Supri salah satu pembeli yang ditemui Lumajangsatu.com.
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
CD Banyuwangian sehari bisa terjual hingga belasan buah, sedangkan dangdut hanya 1-2 buah. Sementara, untuk lagu Pop dan Rock dalam seminggu bisa laku satu buah saja sudah bagus. Harga CD Original dijual Rp. 12 ribu perbiji.(dka/red)
Editor : Redaksi