Kesetrum Kabel Utama, Seorang Pekerja Cat Iklan Nyaris Tewas

lumajangsatu.com

Lumajang(lumajangsatu.com)- Samsuri (32) Warga Desa Bondoyudo Lumajang langsung dievakuasi secara manual oleh rekan kerjanya setelah sempat kesetrum listrik bertegangan tinggi di atas atap bangunan burung walet Kelurahan Tompokersan Lumajang, Selasa petang (16/08/16).

Kejadian itu bermula saat korban hendak menarik bambu menggunakan tali dari temannya yang berada di bawah bangunan, untuk dijadikan alat mengecat iklan di dinding bangunan burung walet.

Baca juga: Dari Lumajang untuk Cina: Cara Darrel Mengenalkan Pesona Tumpak Sewu ke Dunia

Na'as, saat bambu berukuran satu meter lebih itu sampai ditangan korban, tiba-tiba bambu yang masih basah itu pun menyentuh kabel utama yang berada di atas bangunan hingga akhirnya alitan listrikpun mengalir ke bambu yang tengah dipegang korban. 

"Saat sudah muncul dipegang sama korban mas, gak tahunya bambu itu menyentuh jaringan (kabel) itu hingga akhirnya meledak dan korban kayaknya terpental di atas atap itu," ungkap Eko, Warga setempat yang mengetahui saat kejadian.

Sementara rekan korban yang berada di lokasi kejadian langsung mencoba mengevakuasi korban secara manual, hingga akhirnya korban langsung dilarikan kerumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis.

Baca juga: Patroli Dini Hari, Polsek Kunir Periksa Kendaraan untuk Cegah Kejahatan Jalanan

"Kayaknya luka melepuh di lengannya mas, terus kepalanya berdarah mungkin karena terpental itu tadi," tambah penjual gorengan itu saat ditanya sejumlah awak media.

Sementara itu, pihak PLN sendiri menuturkan jika kabel utama yang disentuh oleh korban ini memiliki kekuatan tinggi karena merupakan kabel utama.

Baca juga: Kemkomdigi Ajak Pemuda Lumajang Jadi Duta Digital Lawan Hoaks

“Iya betul itu kabel utama, tegangan tinggi yaitu 20 kv pak," ungkap Parno petugas PLN yang berada dilokasi kejadian.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka bakar dibagian lengan dan luka benturan dikepalanya. Sementara arus lalu lintas di lokasi kejadian sempat terganggu untuk beberapa jam. (Mad/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru