Lumajang (lumajangsatu.com) - Santri dan santriwati Ponpes An-Nur Tempeh menggelar upacara HUT RI ke-71 tahun. Dengan berseragam sarung dan berpeci hitam, upacara berjalan khidmad dan lancar.
"Kita gelar upacara HUT RI ala santri, bersarung dan memaki peci hitam," ujar H. Imron Fauzi pengasuh PP An-Nur, Kecamatan Tempeh, Rabu (17/08/2016).
Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa
Perjuangan merebut kemerdekaan RI tidak lepas dari kaum sarungan atau kaum santri. Santri dan kyai-kyai NU sudah tidak diragukan lagi bahwa NKRI sudah harga mati.
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
"Santri tidak hanya ngaji saja, sosial masyarkat dan cinta tanah air santri berada di garda depan dalam menjaga NKRI seperti yang dicontohkan para pendiri NU," jelasnya.
Para santri juga menciptakan lagu hubbhul wathon (cinta tanah air) sebagai bentuk kecintaan pada bagsa. Merebut kemerdekaan, merumuskan dasar-dasar negara juga tidak lepas dari kaum santri.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
"Santri juga ikut berjuang merebut kemerdekaan dan juga merumuskan dasar-dasar negara," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi