Lumajang (lumajangsatu.com) - Hujan deras di Tempursari membuat banjir genangan atau yang biasa disebuat dengan jabeg. Jabeg merendam puluhan hektar lahan pertanian dan puluhan rumah di Desa Bulurejo Kecamatan Tempursari.
"Iya, jabeg itu terjadi hampir setiap tahun jika musim penghujan," ujar Hendro Wahyono, Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Selasa (06/09/2016).
Baca juga: OJK Jember: Ekonomi Sekarkijang Tumbuh Solid, Kredit dan Investasi Meningkat Positif
Jabeg terjadi karena air sungai tidak bisa mengalir ke laut, karena mulut muara tertup pasir. Pasir biasanya dibawa ombak saat terjadi gelombang pasang. "Mulut muara tertutu pasir, sehingga air sungai tersumbat," jelasnya.
Baca juga: Nilai Manfaat PIP Dinilai Tak Relevan, Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Naikkan Indeks Bantuan
Bersama warga, TNI, Relwan BPBD dan TRC dilakukan kerja bakti umtuk membuka mulut muara. Jika tidak dibedah, maka kondisi air genangan tidak akan surut. "Tadi sudah dilakukan kerja bakti bersama," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi