Lumajang (Lumajangsatu.com)- Bagi pecinta kopi, tidak meminum kopi seharian sepertinya bisa menjadi masalah besar. Terdapat beberapa efek yang akan dirasakan seperti sakit kepala yang terasa seperti pukulan drum di pelipismu.
Lebih buruk lagi, absen minum kopi juga disertai dengan gejala yang tidak menyenangkan lainnya seperti kelelahan, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati dan perasaan seperti terserang flu.
Baca juga: Tekan Angka Kriminalitas, Timsus Polres Lumajang Sisir Wilayah Rawan
Tidak meminum kopi juga menyebabkan sensasi berdenyut di kedua sisi kepala. Ini dapat terjadi pada orang yang mengonsusi 2 atau lebih cangkir kopi setiap hari.
Dikutip dari abc.net.au, tidak adanya kafein secara signifikan mengubah aliran darah dan bahkan aktivitas di otak. Ketika sering minum secangkir kopi di pagi hari, kafein akan menyempitkan pembulih darah otak yang berarti darah mengalir lebih lambat ke otak.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Ketika tidak menenggak kopi, terjadi peningkatan aliran darah yang bisa memicu sakit kepala atau gejala lainnya. Ini juga disebabkan karena kebiasaan meminum kopi yang meningkatkan jumlah reseptor adenosin.
Mengutip laman Healthline, cara untuk menghindari sakit kepala karena kafein adalah dengan mengurangi ketergantungan. Tapi jika dilakukan dengan tiba-tiba, kamu mungkin akan merasa makin pusing.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
"Langkahnya adalah melakukannya secara perlahan. Kurangi asupan sekitar 25 persen setiap minggu," demikian dikutip situs tersebut.
Misalnya ketika kamu biasanya minum empat cangkir kopi, turunkan menjadi tiga cangkir dalam minggu pertama. Lanjutkan sampai turun ke satu atau tidak sama sekali.(Ind/red)
Editor : Redaksi