Kepemimpinan

Pj Kades Wates Kulon Dilantik, Pelayanan Warga Diminta Tetap Berjalan Optimal

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Suasana saat pelantikan PJ Kades Wates Kulon
Suasana saat pelantikan PJ Kades Wates Kulon

Lumajang  — Roda pemerintahan Desa Wates Kulon, Kecamatan Ranuyoso, diharapkan tetap bergerak tanpa jeda. Di tengah pergantian kepemimpinan desa, pelayanan kepada masyarakat, pembangunan, hingga pemberdayaan warga diminta tetap berjalan optimal.

 

Harapan itu mengemuka setelah Moch. Jam'ah Samadona resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj.) Kepala Desa Wates Kulon oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono Rabu (19/8/2026).

 

Pelantikan tersebut bukan sekadar pengisian kekosongan jabatan. Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkannya sebagai langkah menjaga kesinambungan pemerintahan desa agar pelayanan publik dan program pembangunan tidak berhenti di tengah transisi kepemimpinan.

 

Moch. Jam'ah Samadona yang sehari-hari menjabat Kepala Seksi Pemerintahan Masyarakat Kecamatan Randuagung kini mengemban amanah tambahan sebagai Pj. Kepala Desa Wates Kulon. Ia diminta mampu menjalankan dua tanggung jawab sekaligus dengan tetap menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

 

Sekda Lumajang Agus Triyono menegaskan, pengangkatan Pj. Kepala Desa dari unsur aparatur sipil negara menjadi bagian dari upaya memastikan pemerintahan desa tetap berjalan secara berkelanjutan.

 

“Khusus kepada Pj. Kepala Desa yang baru dilantik, saya berpesan agar segera beradaptasi dengan kondisi wilayah dan karakter masyarakat setempat. Lakukan pemetaan terhadap potensi maupun permasalahan desa secara cepat dan tepat, sehingga langkah-langkah pemerintahan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Agus.

 

Menurutnya, seorang pemimpin desa tidak cukup hanya menjalankan administrasi pemerintahan. Ia harus memahami denyut kehidupan masyarakat, mengenali persoalan yang dihadapi warga, sekaligus melihat potensi yang dapat dikembangkan untuk kemajuan desa.

 

Karena itu, langkah awal yang harus dilakukan Pj. Kepala Desa adalah membaca kondisi Wates Kulon secara utuh.

 

Jangan Tersandera Kepentingan Kelompok

 

Agus juga memberikan penegasan penting terkait netralitas dan objektivitas dalam menjalankan pemerintahan. Pj. Kepala Desa diminta menjaga keamanan, ketenteraman, serta kondusivitas wilayah tanpa terseret kepentingan kelompok tertentu.

 

“Bangun suasana pemerintahan desa yang harmonis. Jangan terjebak dalam kepentingan kelompok maupun golongan tertentu. Setiap keputusan harus objektif, berdasarkan ketentuan yang berlaku dan semata-mata untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

 

Pesan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa pemerintahan desa harus berdiri di atas kepentingan bersama. Setiap kebijakan yang diambil harus berpijak pada aturan dan kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan segelintir pihak.

 

Untuk itu, Pj. Kepala Desa diminta segera membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh elemen desa. Mulai dari pemerintah kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, ketua RW dan RT, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.

 

Agus menilai, keberhasilan pembangunan desa tidak mungkin ditopang oleh satu orang.

 

“Keberhasilan pemerintahan dan pembangunan desa tidak mungkin dicapai oleh satu orang. Dibutuhkan kebersamaan, kepercayaan, komunikasi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, saya berharap Pj. Kepala Desa mampu menjadi penggerak sekaligus membangun sinergi dengan seluruh unsur yang ada di desa,” tuturnya.

 

Amanah Baru, Tanggung Jawab Bersama

 

Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan pesan kepada istri Pj. Kepala Desa yang secara otomatis turut mengemban peran sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Desa Wates Kulon.

 

Menurutnya, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam menopang seorang pemimpin desa menjalankan amanah. Ia berharap peran pendamping dapat menjadi kekuatan untuk mendorong kepemimpinan yang jujur, disiplin, netral, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

 

“Menjadi pendamping seorang pemimpin desa tentu bukan tugas yang ringan. Dukungan, doa, dan perhatian Ibu akan menjadi bagian penting dalam membantu suami menjalankan amanahnya. Dukung suami untuk senantiasa bekerja dengan jujur, disiplin, netral, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pesannya.

 

Bagi Pemkab Lumajang, pelantikan Pj. Kepala Desa Wates Kulon menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada kekosongan dalam pelayanan publik. Pemerintahan harus tetap berjalan, pembangunan harus berlanjut, dan masyarakat harus tetap mendapatkan pelayanan.

 

Agus pun mengajak seluruh unsur dan masyarakat Desa Wates Kulon untuk memberikan dukungan kepada Pj. Kepala Desa yang baru.

 

“Kepada seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat Desa Wates Kulon, mari kita berikan dukungan dan ruang kepada Pj. Kepala Desa untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Pemerintahan yang baik tidak lahir dari satu orang, tetapi dari kebersamaan, kepercayaan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

 

Kini, amanah baru telah dimulai. Tantangannya bukan hanya menjaga jalannya administrasi pemerintahan, tetapi juga memastikan Desa Wates Kulon tetap bergerak maju.

 

Di tengah masa transisi, satu pesan menjadi penegas: kepemimpinan boleh berganti, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti (Red).