Sinergi
Baru Dilantik, Kapolres Lumajang Sambangi PCNU Minta Doa dan Dukungan Ulama
Lumajang – Baru beberapa pekan menjabat, Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. langsung membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Kali ini, ia menyambangi jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang untuk memohon doa, nasihat, dan dukungan para ulama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Silaturahmi tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Kamis (20/8/2026).
AKBP Riki Yariandi, yang dilantik sebagai Kapolres Lumajang pada 3 Agustus 2026, disambut hangat Ketua PCNU Kabupaten Lumajang Dr. KH. Muhammad Darwis, M.Pd.I., atau yang akrab disapa Gus Darwis, bersama jajaran pengurus.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, pertemuan itu menjadi ruang dialog antara kepolisian dan tokoh agama. Selain memperkenalkan diri sebagai pejabat baru, AKBP Riki juga membuka komunikasi terkait upaya bersama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Lumajang.
Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan keamanan. Peran ulama, tokoh agama, organisasi keagamaan, hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Saya sebagai Kapolres Lumajang yang baru tentunya ingin memperkenalkan diri sekaligus memohon doa restu, nasihat, dan dukungan dari para tokoh agama, khususnya dari PCNU Kabupaten Lumajang,” kata AKBP Riki Yariandi.
Ia menegaskan, silaturahmi tersebut bukan sekadar pertemuan formal, melainkan langkah awal untuk membangun sinergi yang berkelanjutan antara Polres Lumajang dan PCNU.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kamtibmas. Dibutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama, tokoh agama, dan warga Nahdliyin,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Kapolres juga menyampaikan sejumlah hal terkait kondisi kamtibmas di wilayah hukum Polres Lumajang. Diskusi berlangsung terbuka, termasuk membahas peran masyarakat dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.
AKBP Riki menilai pondok pesantren dan organisasi keagamaan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat. Pesan-pesan tentang keamanan, ketertiban, persatuan, serta pencegahan konflik dinilai akan lebih mudah diterima ketika disampaikan melalui tokoh agama yang dekat dengan masyarakat.
“Tokoh agama mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang baik agar bersama-sama menjaga Lumajang tetap aman dan kondusif,” katanya.
Silaturahmi ke PCNU ini sekaligus menjadi bagian dari langkah awal AKBP Riki Yariandi membangun kedekatan emosional dengan para ulama dan tokoh masyarakat setelah resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Lumajang.
Ia berharap doa dan dukungan para ulama dapat menjadi kekuatan bagi jajaran Polres Lumajang dalam menjalankan tugas memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mohon doa dan dukungan agar dalam melaksanakan amanah ini bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Lumajang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Lumajang Gus Darwis menyambut baik kunjungan Kapolres Lumajang. Menurutnya, komunikasi dan sinergi antara aparat kepolisian, ulama, serta organisasi keagamaan merupakan modal penting untuk menjaga keamanan daerah.
“Kami menyambut baik kedatangan Bapak Kapolres Lumajang. Ini merupakan silaturahmi yang sangat baik untuk membangun komunikasi dan sinergitas antara kepolisian dengan ulama serta warga Nahdliyin,” ujar Gus Darwis.
Gus Darwis menegaskan, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Masyarakat dan para tokoh agama juga memiliki peran besar dalam menjaga persatuan serta menciptakan suasana yang damai dan nyaman.
PCNU Kabupaten Lumajang, lanjut dia, siap mendukung langkah-langkah kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami tentu mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Lumajang. Ulama dan masyarakat harus ikut berperan menjaga persatuan serta memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap kehadiran AKBP Riki Yariandi sebagai Kapolres Lumajang membawa semangat baru dalam memperkuat sinergitas antara kepolisian dan seluruh komponen masyarakat.
Menurut Gus Darwis, komunikasi yang terjalin tidak boleh berhenti pada satu pertemuan. Sebab, berbagai persoalan sosial dan potensi gangguan keamanan membutuhkan koordinasi serta penyelesaian bersama.
“Kami berharap silaturahmi ini tidak berhenti di sini. Komunikasi dan sinergitas harus terus dibangun. Kalau ulama, umara, aparat keamanan, dan masyarakat bisa berjalan bersama, insyaallah Lumajang akan semakin kondusif,” pungkasnya (Red).
Editor : Redaksi