Peringati HUT RI ke-81 Tahun
Kedungjajang Akan Kenalkan Sejarah Singo Wiguno, Patih Pertama Lumajang di Karnaval Kabupaten
Lumajang - Dalam rangka memeriahkan acara Karnaval Lumajang HUT RI ke-81 tahun hari Sabtu 29 Agustus 2026 malam, Kecamatan Kedungjajang akan mengenalkan sejarah RM. Singo Wiguno. Dimana, Singo Wiguno merupakan salah satu figur paling sentral dalam berdirinya Kabupaten Lumajang, yakni patih pertama sekaligus pendiri yang menetapkan cikal bakal wilayah Lumajang seperti yang kita kenal saat ini.
Samsul Nurul Huda, Camat Kedungjajang menyatakan pengambilan tema tersebut ingin mengenalkan tokoh lokal kepada generasi muda Lumajang. Samsul juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi mensukseskan Kecamatan Kedungjajang pada acara Karnaval Lumajang.
"Ini bukan sekedar penampilan saja, tapi kita ingin mengenalkan sosok penting dalam sejarah Lumajang," ungkap Samsul kepada Lumajangsatu.com, Jum'at (28/08/2026).
Siapa Singo Wiguno?
Raden Singo Wiguno adalah putra dari Sunan Pandanarang (Bupati pertama Probolinggo) dan keturunan dari garis keturunan Kerajaan Majapahit. Pada abad ke-18, tepatnya tahun 1784 M, Singo Wiguno ditunjuk oleh penguasa saat itu untuk mengelola wilayah pegunungan dan hutan di bagian selatan wilayah Probolinggo yang masih liar, belum tertata, dan banyak dipenuhi hutan belantara serta rawa.
Dengan tekad kuat, Singo Wiguno memimpin rombongan untuk membuka hutan, membangun pemukiman, serta menata wilayah tersebut. Beliau menetapkan pusat pemerintahan di daerah yang kemudian diberi nama Lumajang — yang berasal dari kata "Lumahing Waja" berarti tanah yang lunak dan subur, atau juga diartikan sebagai tempat yang selalu diberi kemudahan dan keberkahan.
Sebagai Patih Lumajang yang pertama, Singo Wiguno tidak hanya membangun pemerintahan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur: keberanian, kegigihan, gotong royong, serta menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang adil, dekat dengan rakyat, dan selalu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Mengapa Pemuda Lumajang Wajib Mengenalnya?
Ada alasan mendalam mengapa sosok Singo Wiguno tidak boleh terlupakan, terutama bagi pemuda Lumajang masa kini:
1. Beliau adalah Pendiri Tanah Kelahiran Kita
Tanpa keberanian dan perjuangan Singo Wiguno membuka hutan dan menata wilayah ini, tidak akan ada Lumajang seperti saat ini. Beliau adalah akar sejarah keberadaan kita. Mengenalnya berarti menghargai jasa pendahulu yang telah berkorban membangun daerah ini.
2. Simbol Keberanian dan Kegigihan
Singo Wiguno membangun Lumajang dari kondisi yang sangat sulit — hutan lebat, akses sulit, sarana minim. Ia tidak menyerah pada keadaan. Ini menjadi pelajaran berharga: tidak ada hal besar yang dicapai tanpa perjuangan. Pemuda Lumajang diajarkan untuk berani memulai, tidak takut tantangan, dan pantang menyerah.
3. Menjaga Identitas dan Jati Diri
Di era digital yang serba terbuka, banyak pemuda mulai lupa asal-usulnya. Mengenal Singo Wiguno berarti memahami siapa kita, dari mana kita berasal, dan apa nilai-nilai yang diwariskan leluhur. Dengan demikian, kita tidak kehilangan arah meski dunia terus berubah.
4. Teladan Pemimpin yang Melayani, Bukan Dilayani
Singo Wiguno memimpin dengan turun ke lapangan, bekerja bersama rakyat, dan hidup sederhana. Ini menjadi cermin bagi pemuda Lumajang: bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang memberi manfaat, bukan sekadar mencari kekuasaan.
5. Motivasi Membangun Daerah yang Lebih Maju
Singo Wiguno membangun dari nol. Kini, tugas ada di tangan kita — generasi penerus. Jika beliau mampu membangun hutan menjadi pemukiman yang tertata, tentu kita yang hidup di zaman modern wajib melanjutkan perjuangannya untuk menjadikan Lumajang daerah yang makmur, beradab, dan berprestasi.
Sejarah Singo Wiguno bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cermin dan inspirasi masa depan. Mengenalnya bukan sekadar mengetahui nama, tetapi meneladani semangat dan nilai-nilai yang beliau perjuangkan.
"Mengenal Singo Wiguno berarti menghargai sejarah, meneladani semangatnya, dan berjanji untuk melanjutkan perjuangan membangun Lumajang yang lebih baik." tegasnya.
Mari jaga warisan leluhur, bangga menjadi putra-putri Lumajang, dan jadikan semangat Singo Wiguno sebagai api penyemangat dalam meraih mimpi dan memajukan daerah tercinta ini.(Red)
Editor : Redaksi