Komunikasi
Secangkir Kopi, Sejuta Cerita: Kapolres Lumajang Rangkul Media Jaga Kondusivitas
Lumajang - Aroma kopi mengiringi perbincangan santai di Mapolres Lumajang, Jumat (28/8/2026). Namun, pertemuan antara Kapolres Lumajang AKBP Riki Yuniardi, S.H., S.I.K., M.H., dan para insan media itu bukan sekadar agenda ngopi bersama.
Di balik tajuk “Secangkir Kopi Sejuta Cerita untuk Lumajang” terselip pesan penting tentang kolaborasi, keterbukaan informasi, dan sinergi antara Polri dan media dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
AKBP Riki Yuniardi menegaskan, insan pers merupakan mitra strategis Polri. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi harus terus dibangun, termasuk membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi para jurnalis.
“Tentunya insan media adalah mitra strategis Polri. Ada beberapa pesan kami, memohon bimbingan dan arahannya,” ujar Riki.
Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan menyejukkan kepada masyarakat. Informasi yang disajikan secara bertanggung jawab diyakini mampu membantu menjaga kondusivitas daerah.
“Kami berharap Kabupaten Lumajang ini tetap aman dan kondusif. Kami tidak akan menutup diri, welcome. Silakan kalau ada yang perlu direkam-rekam media,” katanya.
Bagi Riki, keterbukaan bukan sekadar jargon. Ia ingin hubungan Polres Lumajang dan insan pers dibangun dalam semangat kolaborasi. Media, kata dia, bukan hanya penyampai informasi, melainkan bagian penting dalam membangun rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.
“Kita tetap kolaborasi dan sinergi sehingga bisa membuat masyarakat semakin nyaman, demi Lumajang yang lebih bermanfaat,” ujarnya.
Gayung pun bersambut. Perwakilan wartawan, Rohman dari Kompas TV, mengapresiasi langkah Polres Lumajang yang membuka ruang komunikasi melalui forum diskusi tersebut.
Menurutnya, hubungan baik antara kepolisian dan media perlu terus dirawat agar arus informasi kepada masyarakat tetap sehat dan konstruktif.
“Kami berharap sinergitas Polres Lumajang dengan insan pers tetap dijaga dan terus ditingkatkan ke depan,” ujar Rohman.
Diskusi yang berlangsung santai sambil menyeruput secangkir kopi itu pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan formal. Beragam gagasan, masukan, hingga harapan tentang Lumajang mengalir dalam suasana cair.
Dari secangkir kopi, lahir sejuta cerita. Dan dari ruang dialog itulah, Polres Lumajang bersama insan media berupaya merajut komunikasi yang lebih terbuka, agar setiap informasi yang sampai ke masyarakat tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan membawa dampak positif.
Pada akhirnya, secangkir kopi di Mapolres Lumajang menjadi simbol sederhana: ketika komunikasi dibuka dan sinergi dijaga, menjaga kondusivitas bukan lagi hanya tugas kepolisian, melainkan kerja bersama untuk Lumajang (Red).
Editor : Redaksi