Lumajang (lumajangsatu.com) - Peringatan HUT RI ke-74 di Alun-alun Lumajang diwarnai dengan banyak peserta yang pusing dan hampir pingsan. Rata-rata, peserta yang pusing dan harus ditandu menepi dari siswa sekolah akibat cuaca yang cukup panas.
Saat pengibaran bendera merah putih, beberapa siswi bahkan sempat ambruk dan harus ditandu keluar arena upacara. Peserta cadangan langsung masuk, menggantikan peserta upacara yang tidak kuat mengikuti upacara hingga tuntas.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
"Mungkin tadi pagi tidak makan ya mas, apalagi sangat panas sehingga banyak siswa-siswi yang pusing dan harus ditepikan," ujar salah seorang guru pendamping, Sabtu (17/08/2019).
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Upacara HUT RI ke-74 tahun mengusung tema Sumber Daya Manunsia Unggul Indonesia Maju. Thoriqul Haq, Bupati Lumajang memimpin langsung upacara dan Agus Wicaksono Ketua DPRD Lumajang membacakan teks proklamasi.
"Megabdi menjadi penerus perjuangan, bekeja keras menjadi pelayan kemerdekaan, Merdeka," ujar cak Thoriq.
Usai acara upacara HUT RI ke-74 tahun, kemudian ditampilkan little army (tentara kecil) binaan Kodim 0821 Lumajang. Ada juga atraksi seni bela diri dan juga ketangkasan melawan penjahat dari anggota Yonif 527 Baldibya Yudha Lumajang.(Yd/red)
Editor : Redaksi