Lumajang (lumajangsatu.com) - Sebuah bom latih TNI AU dari pesawat Sukhoi jatuh di perkebunan warga Desa Bago Kecamatan Pasirian. Awalnya, seorang warga mendengar suara benda jatuh dan dilaporkan ke Kepala Kampung yang dilanjutkan Polsek Pasirian.
Petugas Polsek bersama Koramil Pasirian kemudian mendatangi lokasi dan memasang police line. Polisi kemudian menghubungi AWR TNI AU di Desa Pandanwangi Kecamatan Tempeh. Kapten Joko bersama tim kemudian datang dan melakukan evakuasi bom latih TNI AU.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
"Kita datangani lokasi setelah ada laporan dan kita laporkan ke AWR TNI AU di Pandanwangi," ujar Iptu Asgus Sugiharto SH, Kapolsek Pasirian, Jum'at (06/09/2019).
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Dari keterangan pihak AWR TNI AU, bom latih tidak meledak dan hanya berisi semen sebagai pemberat dan hanya keluar asap. Dalam kejadian tersebut, tidak ada kerugian material dan korban jiwa.
"Jadi ini bom latih jadi B125 dan bomnya tidak bahaya. Kalau masalah human error saya tidak bisa menjelaskan, yang jelas bom ini tidak bahaya karena hanya bom latih saja dan tidak ada hulu ledaknya, isinya semen di cor hanya cassingnya besi,” pungkas Kapten Joko.
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
Saat dilakukan evakuasi puluhan warga yang berada di sekitar lokasi sempat lari kalang kabut. Pasalnya, bom besar itu mengeluarkan asap dan warga ketakutan jika tiba-toba bom meledak.(Yd/red)
Editor : Redaksi