Lumajang (lumajangsatu.com) - Era industri 4.0 memungkinkan semua orang mendapatkan akses informasi tanpa batas. Dengan media sosial, semua orang bisa memanfaatkannya untuk hal positif, namun ada juga yang menggunakan medsos untuk hal negatif.
Anang Ahmad Syaifuddin, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial pada hal positif dan bijak bermedsos. Semisal berjualan, mempromosikan tempat wisata, tempat kuliner dan lainya.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
"Semua yang tidak mungkin di era industri 4.0 ini bisa mungkin. Banyuwangi bisa dikenal dengan wisatanya karena media sosial juga," papar Anang, Senin (30/09/2019).
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Anang juga mengingatkan dampak negatif media sosial masih menjamurnya isu-isu SARA yang berpotensi memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada juga yang menyebarkan kebencian dengan berkedok agama, namun jauh dari nilai-nilai agama. "Jangan mudah menyebar info yang tidak jelas. Isunya di Jakarta, ramainya di Lumajang," papar politisi PKB itu.
Keberadaan media sosial memang membuka peluang bisnis baru tanpa harus memiliki tempat (lapak) untuk berjualan. Tinggal menyiapkan barang dan tinggal diunggah di media sosial atau bisa jadi reseller.(Yd/red)
Editor : Redaksi