Tuai Banyak Protes

Komisi B Sarankan Panggil TNBTS Klarifikasi Tiket Mahal Masuk Ranupani

lumajangsatu.com
Dok. Cak Thoriq saat sidak ke lokasi penarikan tiket masuk Ranupani Lumajang

Kedungjajang - Keluhan penarikan tiket masuk Ranupani di kawasan Ireng Ireng Desa Burno Kecamatan Senduro direspon Komisi B DPRD. Tiket yang sangat mahal membuat kunjungan ke Ranupani lewat Lumajang akan berkurang drastis.

H. Suigsan, Sekretaris Komisi B DPRD meminta agar pemerintah segera melakukan rapat koordinasi lintas instansi. Yakni TNBTS dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk membicarakan tentang tiket yang ditarik dilokasi yang kurang tepat itu.

Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong

"Bahan keluhan dari pengunjung ini, kita akan bawa ke rapat Komisi B," jelas politisi Golkar itu.

Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025

DPRD meminta agar diperjelas lokasi mana saja yang akan dikenakan tiket. Semisal Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Bromo. Jika warga hanya singgah atau melintas ke Ranupani saja maka semestinya tidak dikenakan tiket. "Harus ada kejelasan mana saja yang kena tiket," imbuhnya.

Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang

Ramai di media sosial banyak pengunjung yang merasa kecewa karena ditarik tiket 25 ribu perorang. Bahkan, warga yang hendak silaturrahim ke saudaranya di Desa Ranupani juga dikenakan tiket. Bupati Thoriqul Haq sebenarnya sudah melakukan klarifikasi, namun nampaknya apa yang disampaikan pihak TNBTS tidak sesuai dengan penjelasaan saat sidak Bupati Lumajang.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru